"Pak Luhut langsung dipanggil untuk ratas oleh Pak Presiden sehingga tidak bisa lama-lama bertemu tadi. Hanya sekalian makan siang saja," kata Yorrys.
Yorrys meminta pertimbangan agar Golkar bisa bertahan mengikuti Pilkada serentak. Namun Luhut belum menanggapi permintaan pertimbangan itu.
"Kalau kami begini, ini kita ibaratkan Kantor DPP adalah mobil. Nah mobil itu kan ada 2 syarat hukumnya yaitu BPKB dan STNK. Itu keduanya kami yang pegang yaitu SK Menkum HAM. Dia hanya punya apa? PTUN? Itu kapan baru bisa dieksekusi? Sedangkan kami punya SK Menkum HAM," ucap Yorrys.
"Kalau memang mereka punya kader terbaik silakan saja laporkan ke kami. Nanti kita survei dan kalau memang bisa ya kita tanda tangan untuk maju Pilkada," kata dia.
Sementara itu dia juga menyampaikan kemungkinan Agung Laksono menemui JK malam ini. Namun hingga siang ini Agung masih berada di Riau.
Yorrys pun menyatakan bahwa kepastian pertemuan akan disampaikan oleh Sekjen Zainuddin Amali. Kemungkinan pertemuan akan dilakukan di kediaman Wapres JK.
(Bagus Prihantoro Nugroho/Ahmad Toriq)










































