"Saya ingin cashless, pakai Bank Mandiri (mesinnya). Terima kasih. Bank DKI payah ini saya ngomong jujur saja. Saya ulang 3 kali (Bank DKI payah). Semua nggak sanggup," sindir Ahok dalam sambutan peresmian Kantin Lenggang Jakarta, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2015).
"Saya pengen minta naik bus saja nggak sanggup, Bank Mandiri sanggup. Bapak naik pakai Mandiri naik di koridor 1. Semua orang naik bus harus pakai e-ticketing. Untuk melayani Anda bukan menyulitkan Anda," lanjutnya.
Mantan Bupati Belitung Timur itu juga 'menyentil' para oknum PNS DKI yang kerap bermain di belakangnya. Sebab dahulu saat Pemprov baru saja selesai membangun rumah susun (rusun), oknum-oknum tersebut malah menjualnya ke tangan yang tidak tepat.
Sehingga, untuk memberikan pelatihan serta pembinaan pada para PKL yang akan mengisi kios di Lenggang Jakarta, Ahok lebih meminta perusahaan swasta yang menyumbangkan CSR-nya ke Pemprov DKI, Rekso, untuk melatihnya.
"Saya tidak percaya pada PNS DKI, su'udzon saja. Nggak bisa Anda yang harus latih. 5 Tahun latih sampai PKL yang nggak bisa jualan naik pangkat," kata Ahok menegaskan.
(Ayunda W Savitri/Hestiana Dharmastuti)











































