Berbicara di depan para audiens yang mayoritas terdiri dari orang asing, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Budi Bowoleksono, menekankan pentingnya arti perayaan Nyepi dalam konteks menjaga kemajemukan dan membangun toleransi.
“Bukan sebuah kebetulan jika Nyepi dirayakan di Indonesia, negara Islam terbesar di dunia. Perayaan Nyepi mengajarkan nilai-nilai toleransi dan pluralisme. Tidak mudah bagi negara majemuk seperti Indonesia untuk mengembangkan nilai-nilai tersebut,” kata Dubes yang akrab disapa Sonny tersebut dalam acara perayaan Dharma Santi yang dilangsungkan di Wisma Indonesia, Washington DC, AS, Minggu (17/5/2015).
Dia menambahkan, toleransi bukanlah sesuatu yang sekedar diterima begitu saja (taken for granted), melainkan harus senantiasa diupayakan secara terus-menerus supaya tidak pudar. Dalam hal ini, peran berbagai pihak amat diperlukan, baik itu dari unsur pemerintah maupun masyarakat sipil.
“Hal ini sangat relevan dengan kondisi global saat ini, di mana masyarakat internasional dihantui oleh pandangan radikalisme dan ekstremisme. Ini menjadi pandangan kita bangsa Indonesia bahwa sikap radikalisme dan ekstremisme itu tidak ada kaitannya dengan ajaran agama, budaya, peradaban, atau etnik tertentu,” ujar Sonny.
Sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar, imbuhnya, Indonesia memiliki peran penting dalam menyuarakan gagasan Islam moderat di level global. Dalam hal ini, kerja sama dengan umat agama lain punya arti yang signifikan.
“Oleh karena itu, suara umat Hindu di Indonesia memiliki peran yang krusial,” ucapnya.
Ika Inggas, ketua komunitas Banjar Bali selaku penyelenggara perayaan tersebut, mengatakan bahwa perayaan Dharma Shanti baru dilakukan sekarang karena menyesuaikan kondisi setempat.
“Memang Nyepi-nya sendiri sudah bulan Maret 2015. Tapi kita baru selenggarakan perayaannya sekarang karena menyesuaikan dengan kondisi di sini. Bulan Maret cuaca masih dingin sehingga kurang kondusif,” tuturnya.
Perayaan itu dimeriahkan dengan berbagai penampilan kesenian Bali, seperti tari Legong Keraton, tari Topeng Keras, tari Joged, pembacaan puisi Nyepi, dan Dharma Choir. Musik pengiring dilantunkan oleh Komunitas Gamelan Raga Kusuma, sebuah kelompok musik tradisional Indonesia dengan personel orang-orang asing.
(kha/kha)










































