Arab Saudi Ancam Konsekuensi Besar Usai Serangan Houthi

Arab Saudi Ancam Konsekuensi Besar Usai Serangan Houthi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 09 Sep 2026 09:52 WIB
Kelompok Houthi (Foto: REUTERS/Khaled Abdullah)
Kelompok Houthi (Foto: REUTERS/Khaled Abdullah)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menegaskan bahwa kerajaan tersebut tidak akan ragu untuk membela diri terhadap serangan apa pun. Dia menekankan bahwa mereka akan menggunakan semua cara untuk melindungi kepentingannya sambil tetap membuka pintu bagi solusi diplomatik dalam menghadapi kelompok pemberontak Houthi di Yaman.

Pangeran Faisal mengatakan Arab Saudi "tidak akan ragu untuk mendukung apa yang sesuai dengan kepentingan Yaman dan kawasan." Dia menekankan bahwa Kerajaan Saudi akan menggunakan semua cara yang ada untuk melindungi kepentingannya dan membela diri terhadap serangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir kantor berita Reuters, Rabu (9/9/2026), berbicara tentang eskalasi Houthi, menteri luar negeri Saudi tersebut memperingatkan bahwa kelompok yang didukung Iran tersebut telah memulai tindakan yang "konsekuensinya tidak akan dapat mereka tangani".

Ia menambahkan bahwa Houthi menggunakan kekerasan setiap kali mereka berada dalam posisi sulit. Dia mengatakan bahwa kelompok tersebut bersikeras untuk menimbulkan penderitaan lebih lanjut pada rakyat Yaman daripada terlibat secara bertanggung jawab dalam proses politik.

ADVERTISEMENT

Meskipun demikian, Pangeran Faisal menekankan bahwa jalan diplomasi dalam menghadapi Houthi tetap terbuka, dan menegaskan kembali bahwa solusi politik masih mungkin dilakukan.

Ia mengatakan bahwa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah memberikan kesempatan untuk negosiasi yang bertanggung jawab dengan Houthi, tetapi milisi tersebut lebih memilih untuk memprioritaskan kepentingan sempit mereka sendiri daripada kepentingan Yaman dan rakyatnya.

Sebelumnya, Houthi menyerang target-target di Arab Saudi, seiring kelompok itu melancarkan serangan untuk merebut wilayah di dekat Selat Bab al-Mandab.

"Drone dan rudal Yaman menghantam musuh Saudi," tulis media milik Houthi, Ansarollah di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Selasa (8/9/2026).

Koalisi pimpinan Saudi mengatakan bahwa serangan Houthi tersebut melukai 73 orang.

"Serangan tak masuk akal Milisi Teroris Houthi, yang terbaru menargetkan lokasi sipil dan ekonomi, mengakibatkan luka-luka pada (73) warga sipil," kata Komando Pasukan Gabungan Koalisi dalam sebuah pernyataan.

"Komando juga akan mengambil semua tindakan dan langkah yang diperlukan untuk merespons sumber ancaman dan menetralisir bahayanya," imbuhnya.

Houthi menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam Bandara Internasional Abha, pangkalan udara King Khalid, dan fasilitas milik perusahaan minyak raksasa milik pemerintah Saudi, Aramco di Abha dan Jizan.

Sebelumnya pada hari Senin (8/9) waktu setempat, Houthi menuduh Saudi melakukan serangan di Yaman, termasuk pemboman mematikan terhadap sebuah penjara.

Simak juga Video 'Houthi Serang Pasukan-Gudang Senjata Arab Saudi di Yaman, 7 Orang Tewas':

Saksikan Live DetikPagi :



Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini