Kathmandu di kala pagi tadi mulai ramai dengan toko-toko, warung suvenir dan turis yang berjalan kaki di kawasan wisata Thamel. Begitu pula dengan jalan-jalan utama di Kathmandu, pagi tadi, mulai menunjukan wajah aslinya yaitu kemacetan.
"Pagi tadi, sudah mulai ramai turis dan orang-orang sudah beraktivitas seperti biasa. Turisnya memang tidak sebanyak sebelum gempa 25 April lalu, tapi mulai berdatangan," kata penduduk setempat bernama Nabhin di Kathmandu, Nepal, Selasa (12/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai mempersiapkan kegiatan pelayanan kesehatan tersebut, sebagian anggota tim kembali ke Thamel pada pukul 12.00 waktu Nepal.
Tiba-tiba, 12.49 waktu setempat, guncangan keras terasa oleh anggota tim di Thamel. Toko-toko di seluruh kawasan wisata itu langsung tutup, 90 menit kemudian Thamel berubah menjadi sepi dari turis.
Kawasan Thamel kemudian ditutup oleh otoritas setempat karena wilayah ini dipenuhi gedung-gedung bertingkat 2 hingga 5 yang sangat berdempetan. Dikhawatirkan jika salah satu gedung di Thamel rubuh dapat membahayakan turis.
"Kita tidak berani untuk tidur di dalam rumah nanti malam. Kita lebih baik tidur di tempat terbuka dengan membangun tenda," kata warga Thamel, Ammar.
"Sayang sekali, padahal saya baru membuka toko batu mulia saya 3 hari lalu. Hasil buka 3 hari belum seberapa, tiba-tiba terjadi lagi. Kami terpaksa menutup toko sampai kami yakin kembali tak akan terulang," tambahnya.
Sejumlah turis asing pun diminta oleh pihak manajemen hotel di kawasan Thamel untuk pindah lokasi karena kawasan tersebut ditutup sementara.
Beberapa turis tampak kebingungan mereka akan pindah kemana karena sebagian besar hotel di sekitar Thamel sudah penuh.
"Saya tidak tahu mau pindah ke mana, padahal pihak Kathmandu Guest House meminta saya untuk pindah ke tempat yang lebih aman. Saya masih menunggu perkembangan karena banyak hotel mengaku penuh atau tutup sementara," kata tamu salah satu penginapan di Thamel, Aude.
(vid/fdn)










































