Djoko Santoso Calon Kuat KSAD
Selasa, 15 Feb 2005 17:25 WIB
Jakarta - Teka-teki siapa yang akan menggantikan KSAD Jenderal Ryamizard Riyacudu terus bergulir. Sampai saat ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum memberikan sinyal siapa yang akan dipilih dari 4 nama yang diajukan Mabes TNI"Yang kita ajukan merupakan calon-calon terbaik, soal siapa yang akan dipilih, serahkan ke Presiden dan Panglima TNI," kata Ryamizard Riyacudu beberapa waktu lalu . Tiga nama tersebut adalah Wakil KSAD Letjen TNI Djoko Santoso, Irjen TNI Letjen Djaja Suparman, Dankodiklat Letjen C Simbolon dan Pangkostrad Letjen TNI Hadi Waluyo.Munculnya tiga nama, membuat persaingan menuju pimpinan puncak di TNI AD menjadi menarik. Apalagi ketiga-tiganya sama-sama satu level, yakni menyandang bintang tiga. Yang membedakan mereka adalah angkatan atau senioritas. Djaja merupakan calon KSAD paling senior, yakni alumni Akabri 1972, bahkan lebih senior dibandingkan dengan KSAD Ryamizard Riyacudu yang alumni 1973, Hadi Waluyo angkatan Akabri 1973 dan termuda Djoko Santoso yakni Akabri 1975.Kasak-kusuk siapa yang menjadi calon KSAD terus bergulir. Banyak pihak memperkirakan Wakasad Djoko Santoso merupakan calon terkuat. Selain karena jabatannya yang dipegang sekarang, juga karena Djoko merupakan calon termuda, yang dianggap paling ideal untuk kaderisasi di TNI AD."Dari tiga nama yang diajukan, jika TNI tetap akan mengusung regenerasi, maka selayaknya yang paling muda yang dipilih. Bukan berdasarkan senioritas, waktunya kaderisasi," kata Direktur Eksekutif Propatria T Harry Prihartono saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (15/2/2005).Djoko Santoso memang termasuk bintang yang cepat melesat. Dalam empat tahun terakhir, ia melanting dari jajaran perwira menengah ke jajaran perwira tinggi. Pada tahun 1998, ia masih berpangkat kolonel saat menjadi Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta. Namun dalam waktu singkat ia menjabat sebagai Pangdam Pattimura (2002) dan Pangdam Jaya (2003). Bahkan tak sampai satu tahun menjadi Wakil KSAD."Figur Djoko memang layak untuk KSAD, muda, energik dan masih fresh. Sekarang saja menjadi Wakil Alwi Shihab dalam operasi tanggap darurat di Aceh. Dan posisi wakil KSAD selama ini menjadi KSAD," kata seorang perwira di Mabes TNI.Namun, bukan berarti peluang calon lainnya tak ada. Djaja Suparman berpeluang karena paling senior. Dalam sistem jabatan berdasarkan urut kacang (merit system), peluang Djaja terbesar karena paling senior. "Tetapi jangan lupa, KSAD nanti jika dipegang Ryamizard Riyacudu, berarti Djaja menjadi paling senior," kata sumber lainnya.Nah, yang tak kalah menarik, Djaja dikabarkan merapat ke Wakil Presiden M Jusuf Kalla. "Mungkin dengan meloby wakil presiden, peluangnya menjadi lebih besar," ungkap sumber tersebut.Sementara Pangkostrad Hadi Waluyo dan Dankodiklat C Simbolon mempunyai peluang yang sama. Hadi Waluyo sebelumnya menjabat sebagai Dankodiklat, jabatan yang sekarang dipegang oleh Letjen C Simbolon. Hadi Waluyo sebelumnya juga pernah menjadi Pangdam Tanjungpura, Asops KSAD dan Asisten KSAD.
(jon/)











































