"Dari 13 orang yang kita tangkap dan senjata yang kita sita, mereka menggunakan senjata sisa konflik," kata Kabid Humas Polda Aceh, AKBP T Saladin, saat ditemui di ruang kerjanya di Mapolda Aceh, Jln Teuku Nyak Arif, Banda Aceh, Kamis (7/5/2015).
Polisi menyebut, pelaku penembak dua intel TNI Kodim 0103 Aceh Utara beberapa waktu lalu merupakan kelompok Din Minimi. Din Minimi sendiri pertama kali unjuk gigi sambil memegang senjata laras panjang jenis AK pada 9 Oktober 2014 lalu. Ia mengundang sejumlah wartawan waktu itu ke tempat persembunyiannya di pedalaman Aceh Timur, Aceh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu, polisi terus memburu kelompok Din Minimi karena diduga terlibat sejumlah kasus kriminal seperti penculikan di Aceh Timur. Menurut polisi, kasus terakhir yang dilakukan kelompok Din Minimi adalah penculikan dan penembakan dua intel Kodim 0103 Aceh Utara dua bulan lalu.
Pasca penembakan itu, 14 anggota kelompok Din Minimi ditangkap polisi. Menurut Saladin, pihaknya kini masih memburu 19 orang kelompok Din Minimi yang belum tertangkap. Meskipun demikian, polisi belum mengetahui apakah mereka semua bersenjata atau tidak.
"Sama mereka masih ada senjata. Buktinya saat hendak ditangkap di Cot Iri tiga malam lalu mereka menembak ke arah petugas. Tapi untuk jumlah senjatanya kita belum mengetahui," ungkap Saladin.
Di Aceh selama ini, kata Saladin, terdapat empat kelompok bersenjata masing-masing dipimpin oleh RR, GB, AR dan DM (Din Minimi). Mereka semua mempunyai sejumlah anggota. Sejak beberapa waktu lalu, kelompok AR diketahui sudah bergabung dengan DM.
Menurut Saladin, polisi akan terus memburu kelompok Din Minimi dan kelompok lain hingga mereka semua tertangkap. "Lebih baik mereka semua menyerah, karena sepandai-pandai tupai melompok pasti jatuh juga. Kemanapun mereka lari, pasti akan kita kejar," ungkapnya.
(try/try)











































