Pasca Serangan Bom, Pengamanan di Filipina Ditingkatkan
Selasa, 15 Feb 2005 12:44 WIB
Jakarta - Penjagaan keamanan di seluruh Filipina ditingkatkan menyusul serangkaian pengeboman yang terjadi di negeri itu Senin (14/2/2005) kemarin. Peledakan bom di tiga kota itu menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 130 lainnya.Pejabat-pejabat Filipina mengatakan bahwa pengamanan di sekitar bandar-bandar udara, pelabuhan, terminal bus, pusat-pusat perbelanjaan dan kedutaan-kedutaan asing telah ditingkatkan. Langkah ini diambil karena aparat mengkhawatirkan ledakan-ledakan bom kemarin sebagai bagian dari upaya yang lebih luas dan terkoordinir dari kelompok militan Abu Sayyaf.Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/2/2005). Abu Sayyaf mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian pengeboman itu. Kelompok radikal tersebut bahkan mengancam akan adanya serangan susulan. Pemerintah Filipina dan Washington telah lama menuding Abu Sayyaf memiliki kaitan langsung dengan jaringan al Qaeda pimpinan Osama bin Laden.Sementara di pulau terpencil Jolo, Filipina Selatan, pasukan pemerintah terus terlibat baku tembak dengan kelompok pemberontak di wilayah itu. Hingga hari ini, kontak senjata telah menewaskan sedikitnya 25 tentara Filipina dan puluhan gerilyawan. Ribuan prajurit Filipina telah dikerahkan ke Jolo untuk memerangi pemberontak.
(ita/)











































