Menteri Marwan Imbau Seluruh Kades Bisa Optimalkan Dana Desa

Menteri Marwan Imbau Seluruh Kades Bisa Optimalkan Dana Desa

- detikNews
Minggu, 03 Mei 2015 23:28 WIB
Menteri Marwan Imbau Seluruh Kades Bisa Optimalkan Dana Desa
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDT&T) Marwan Jafar bertemu para Kepala Desa dan jajaran pejabat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) di Pendopo Kabupaten, Minggu (3/5/2015) malam. Pada pertemuan itu, Mendes meminta para kepala desa menyiapkan rencana optimalisasi dana desa yang pencairannya tinggal menunggu proses administrasi.

"Untuk mencairkan dana desa, harus disiapkan minimalkan tiga hal, RPJMDes, RKPDes dan APBDes. Yang belum penuhi, segera penuhi. Tadi disebutkan Bupati Bahwa dana desa dari APBN untuk Kabupaten ini sekitar Rp 41 miliar. Ini akan dibagikan 161 desa yang ada di sini. Gunakan seoptimal mungkin untuk membangun desa, silakan atur sesuai dengan kebutuhan desa masing-masing, termasuk membuat BUMDes," ujar Marwan seperti dikutip dari keterangan tertulisnya.

Marwan mengingatkan agar para Bupati segera mengeluarkan Peraturan Bupati soal pengelolaan dana desa. Sehingga, proses pencairan dana desa oleh Kementerian Keuangan segera bisa dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besaran dana desa yang akan diperoleh tiap desa tergantung pada empat juklak, yakni jumlah penduduk, luas wilayah, kesulitan geografis dan kemiskinan. Tapi jika rata-rata setiap desa akan mendapatkan antara Rp 240 juta sampai Rp 280 juta," tambah Marwan yang juga merupakan politisi PKB ini.

Mendes PDT memang tengah melakukan kunjungan selama beberapa hari di Kalimantan Selatan guna mensosialisasikan penggunaan dana desa yang akan segera bisa dicairkan. Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi tempat pertama yang dikunjungi.

Realisasi dana desa tahun ini mencapai Rp 20 triliun. Untuk tahun 2015 ini tiap desa mendapat sekitar Rp 240-270 juta.
Di tahun-tahun berikutnya anggaran dana desa akan ditingkatkan. Pada tahun 2016 totalnya menjadi lebih dari Rp 43 triliun.

(kha/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads