"Ini tidak ada konspirasi, tapi tidak mengurangi semangat penegakan hukum. Tapi ketika ada penggeledahan, jujur saja, saya psikologisnya terganggu dan jujur saya terganggu," kata Lulung di kantornya, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2015).
"Hanya kebenaran itu tetap kebenaran. Kita biarkan saja, dalam masalah ini kita harapkan proses yang transparan dan lihat saja anggaran kita dibahas terbuka," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pun saya ditinggal fraksi yang lain, tinggal satu PPP. Saya punya harga diri, tidak mau difitnah. Saya punya masyarakat, saya punya istri dan anak, saya punya keluarga, itu jadi taruhannya," ujar Lulung.
"Jadi terganggu semua, kalau saya mah tenang-tenang saja, karena saya bersama Allah SWT. Biar Allah yang menolong saya, tapi saya yakini keluarga, saya tidak pernah bermain UPS," tambahnya.
Lalu, apakah Anda menyiapkan penasehat hukum dalam kasus ini jika kembali dipanggil Bareskrim Polri? "Tentang kuasa hukum itu, semalam banyak yang beri perhatian terutama para advokat," jawab Lulung.
"Banyak yang mendukung, akhirnya ada orang Betawi yang datang juga. Mereka bilang jangan pakai yang lain. Sebenarnya, (sudah) cuma 1 orang (kuasa hukum). Tadinya, saya tidak mau pakai kuasa hukum, saya ingin sendiri," tambahnya.
(vid/fdn)










































