Palembang Menanti Tenggelam
Senin, 14 Feb 2005 14:44 WIB
Palembang - Boleh jadi Palembang harus siaga satu menghadapi bencana banjir. Di tengah belum menurunnya luapan air Sungai Musi yang menggenangi sebagian Palembang, dalam beberapa hari ini hujan kembali turun. Bisa jadi Palembang akan tenggelam. Apalagi berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sultan Mahmud Badaruddin II curah hujan bulan Februari hingga Maret mencapai 300 milimeter. Angka tersebut selisih 100 milimeter dari curah normal di Palembang, yakni 200 milimeter per bulan."Curah hujan 300 milimeter itu tergolong sangat tinggi. Karena itu kita khawatir kalau Sungai Musi pasang plus hujan deras terus mengguyur, kota ini bisa tenggelam," kata Kepala BMG SMB II, Suyatim, kepada pers di kantornya, Jalan Raya Palembang-Sekayu, Senin (14/2/2005).Menurut Suyatim, curah hujan tinggi itu karena ada pergerakan awan yang membawa uap air dari utara menuju selatan sepanjang wilayah Pulau Sumatera. Nah, sepanjang pertemuan uap air tersebut akan turun hujan.Selain itu, tambah Suyatim, faktor penyebab tingginya curah hujan karena lamanya musim kemarau tahun lalu serta perpindahan angin muson tenggara yang bersifat kering yang beralih menjadi angin muson timur laut yang bersifat basah dengan nama angin Kumolunimbus.Saat berita ini diturunkan, seperti dua hari sebelumnya, hujan mengguyur Kota Palembang. Meskipun hujan belum begitu deras, puluhan mobil di jalan tampak terburu-buru. Para pengendaranya tampaknya tak mau terjebak kemacetan akibat sejumlah ruas jalan tergenang.Bagaimana sikap pemerintah? Untuk mengantisipasi dampak banjir akibat hujan deras atau luapan air Sungai Musi, Pemerintah Sumatra Selatan telah membentuk tim yang disebut Satuan Koordinasi Pelaksanaan (Satkorlak).Menurut Sekretaris Daerah Sumsel, Sofyan Rebuin, kepada pers di kantornya, Jalan Kapten A Rivai Palembang, Pemerintah Sumsel telah menyiapkan ribuan paket bantuan banjir. Bentuknya berupa makanan dan obat-obatan.
(nrl/)











































