Ny Agian Dipindah ke Bangsal Kelas III, Keluarga Protes
Senin, 14 Feb 2005 13:58 WIB
Jakarta - Meski kondisinya membaik, Ny Agian Isna Nauli (33) tetap masih dirawat di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo). Namun, Agian sudah tidak menikmati fasilitas luks ruang khusus stroke Soepardjo Roestam RSCM. Dia telah dipindah ke bangsal kelas III. Keluarga pun memprotesnya. Sudah delapan hari, Ny Agian dipindah ke bangsal kelas III perawatan stroke perempuan Instalasi Rawat Inap (Irna B) kelas III RSCM ini. Ruangan ini terletak di lantai II. Agian dipindah pada pukul 11.00 WIB, Senin (7/2/2005). Menurut keluarga dan LBH Kesehatan yang mendampingi Agian, pemindahan dilakukan dengan paksa dikawal aparat kepolisian. Menurut Ninda, dari LBH Kesehatan, saat ditemui detikcom, Senin (14/2/2005), pemindahan Ny Agian ini dilakukan secara mendadak. Pihak keluarga sempat menentang pemindahan ini. Apalagi, saat itu suhu badan Ny Agian panas dan demam. "Waktu itu, secara mendadak dan tiba-tiba, perawat di Soepardjo Roestam bersikeras untuk memindahkan mami (panggilan Agian-Red). Kami sempat meminta ditunda sampai besok, karena pemindahan itu tiba-tiba. Tapi, mereka toh bersikeras dan akhirnya dipindahkan," kata Ninda. Ninda menyatakan, alasan para perawat di ruang Soepardjo Roestam memindahkan Agian, karena Agian dinilai sudah tidak perlu perawatan secara medis lagi dan hanya butuh terapi saja. "Saat dipindahkan, sejumlah anggota polisi mengawal dan bahkan mereka berjaga di depan bangsal ini sampai Sabtu kemarin," jelasnya. Ny Agian merupakan ibu muda beranak dua, istri dari Hasan Panca Kusuma, yang sebelumnya mengalami lumpuh dan koma, setelah melahirkan anak keduanya melalui operasi cesar di RS Islam Bogor. Karena parahnya sakit yang dideritanya dan banyaknya biaya yang dibutuhkan, suaminya, Hasan, pernah meminta agar Agian disuntik mati saja (euthanasia). Saat ini, kondisi Ny Agian agak lebih baik dari sebelumnya, meski selama lima hari sejak dipindahkan ke bangsal III, suhu badannya naik dan turun. Agian yang saat ini sudah bisa berkomunikasi ini masih juga mengeluhkan rasa sakit di bagian perutnya. "Itu sakit perut sudah lama, dan kata dokter merupakan efek setelah operasi cesar dulu. Tapi, obat untuk sakit perutnya masih dikasih sampai sekarang. Kalau tidak sakit perut sampai sekarang, Mami banyak omong dan suka bercanda," kata dia. Saat detikcom menemuinya, Agian terdengar berteriak 'sakit perut, sakit perut' beberapa kali. Dia juga berteriak 'astagfirullah dan laa ilaha illallah'. Perawatan Tidak Eksklusif Lagi Dibandingkan saat dirawat di ruang khusus perawatan Soepardjo Roestam, kualitas perawatan di bangsal kelas III jauh berbeda. Ny Agian kini dikumpulkan bersama dengan 30 pasien lainnya di bangsal itu. Dulu, Ny Agian berada di Ruang Soepardjo Roestam seorang diri. Di bangsal ini juga tidak tampak ada peralatan medis semewah di ruang Soepardjo Roestam. Rencananya, kata Ninda, sebagai bentuk tidak terimanya keluarga atas pemindahan Ny Agian ini, minggu ini pihak keluarga akan memindahkan Ny Agian ke luar negeri. Pihak keluarga dan LBH Kesehatan juga menilai, RSCM sudah tidak serius lagi merawat Agian. Ini terihat, dari tindakan para perawat yang kurang respek terhadap Agian. "Memang, rencananya Bang Hasan (suami Agian) akan membawa Mami ke RS di Luar Negeri minggu ini. Karena di sini dinilai sudah tidak serius. Tapi, fixed atau tidaknya dipindahkan ke luar negeri, saya belum tahu," jelasnya.Sebelumnya, memang RSCM meminta kepada keluarga untuk merawat Ny Agian di rumah, karena kondisi Agian sudah membaik. Namun, saat itu Hasan mengaku belum siap. Seiring dengan kepindahan Ny Agian ke bangsal kelas III, wartawan juga tidak diperbolehkan oleh perawat untuk menengok atau mewawancarainya. Bila ingin melihat kondisi Agian, wartawan harus mendapat izin tertulis dari RSCM.
(asy/)











































