Darurat Prostitusi Online: dari Dedeuh Tata, Papi Mike, Apartemen Kalibata

Darurat Prostitusi Online: dari Dedeuh Tata, Papi Mike, Apartemen Kalibata

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Minggu, 26 Apr 2015 06:00 WIB
Darurat Prostitusi Online: dari Dedeuh Tata, Papi Mike, Apartemen Kalibata
Jakarta -

Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, publik disuguhkan dengan fakta adanya praktik prostitusi yang dilakukan secara online. Parahnya, praktik prostitusi banyak terjadi di Jakarta.

Dalam cacatan detikcom, dalam kurun waktu bulan April 2015, setidaknya sudah ada tiga kasus prostitusi online di Jakarta yang terkuak ke publik. Modusnya hampir sama, yakni memasarkan jasa layanan seksual menggunakan media sosial seperti twitter dan forum sosial lain.

Yang pertama terkuak adalah kasus Dedeuh Alfisahrin (26) alias Tata alias Mpie. Kasus ini berawal dari ditemukannya Dedeuh di kamar kosnya dalam keadaan tak bernyawa dan tak berbusana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belakangan diketahui Dedeuh merupakan korban pembunuhan. Tersangka pembunuhnya tak lain adalah pelanggan jasa Dedeuh. Dedeuh memang akhirnya diketahui sebagai PSK yang memasarkan jasanya lewat twitter dengan menggunakan nama @tataa_chubby.

Tak berselang lama, polisi kembali menguak bisnis prostitusi yang menggunakan media sosial sebagai sarana promosi. Tepatnya pada pada Kamis 23 April pukul 00.30 WIB aparat Unit II Vice Control (VC) Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap seorang pria yang akrab disapa Papi Mike di sebuah hotel di Jl HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakpus.

Papi Mike merupakan mucikari yang menawarkan jasa prostitusi kepada para pria hidung belang. Mike menggunakan fasilitas sosial media sebagai sarana untuk memasarkan jasanya. Di twitter, Papi Mike menggunakan akun bernama @Teman*** sebagai wadah promosi.

Melalui twitternya, Mike menawarkan jasa para gadis koleksinya yang biasa dia sebut 'Angel'. Papi Mike mematok harga cukup tinggi untuk jasa para 'Angel'nya. Tarif yang dipasang mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per jam dengan alasan 'Angel' koleksi Mike mulai dari mahasiswi hingga model.

Yang paling baru, terungkapnya kasus prostitusi online yang dilakukan di Tower J lantai 5 dan Tower H lantai 8 di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan pada Jumat (24/4) malam. Polisi menangkap pria bernama Faisal alias Ical yang merupakan tersangka prostitusi online ini.

Modus yang dipakai Faisal adalah dengan menawarkan para PSK yang dimilikinya melalui forum s**.com yang merupakan forum khusus dewasa. Melalui forum semprot.com, Faisal memasarkan jasa prostitusi.

Tarif yang dipatok Faisal mulai dari Rp 600 ribu sampai Rp 3 juta per jam. Parahnya, Faisal juga memperkerjakan perempuan di bawah umur, bahkan salah satunya masih berusia 14 tahun.

Mirisnya lagi, Faisal juga memperkerjakan perempuan yang tengah hamil enam bulan. Perempuan itu juga baru berumur 16 tahun.

Faisal menggunakan apartemen di Tower Jasmine lantai 5 sebagai tempat penampungan para PSK, sementara tempat prostitusinya di Tower Herbras di lantai 8.

Menurut Sosiolog perkotaan dari Universitas Indonesia, Otto Hernowo Hadi, praktik prostitusi online bisa menjamur karena berkembangnya budaya hedonisasi. Apalagi, masyarakat kini seolah tutup mata meskipun mengetahui praktik prostitusi online ada di sekiatrnya.

"Zamannya modern teknologi bisa digunakan apa saja. Susah dikontrol sekalipun sama regulator. Di samping itu juga masyarakat kota itu kan mengembangkan hukum ketidakterlibatan, jadi kalau dia ikut di situ jadi persoalan sehingga banyak di antara mereka lebih memilih getting off," jelas Otto.

(kha/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads