Cendana Mau Ambil Alih Golkar, Kubu Ical: Tidak Boleh Kudeta!

Cendana Mau Ambil Alih Golkar, Kubu Ical: Tidak Boleh Kudeta!

- detikNews
Jumat, 24 Apr 2015 21:30 WIB
Cendana Mau Ambil Alih Golkar, Kubu Ical: Tidak Boleh Kudeta!
Ade Komarudin
Jakarta - Keluarga Cendana lewat Titiek Soeharto menyatakan adanya dukungan dari kader-kader Partai Golkar di daerah yang menginginkan Keluarga Cendana mengambil alih kepemimpinan Golkar. Namun Golkar kubu Ical menyatakan Golkar tak boleh diambil alih dalam pe‎ngertian coup d'etat alias kudeta.

"Demokrasi itu kita semua harus sabar. Jadi tidak boleh take over dalam pengertian misalnya kudeta, nggak boleh," kata Ketua Fraksi Golkar DPR Ade Komaruddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (24/4/2015).

Tommy Soeharto sebelumnya dinyatakan Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung mengusulkan adanya Munas Islah di 2015 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Titiek juga menyatakan apabila Munas itu bisa digelar pada 2015, Golkar tak perlu menunggu sampai 2016 untuk menggelarnya. Ade Komaruddin berpendapat semuanya harus ditempuh dengan cara yang benar.

Usulan Munas semacam itu yang mengarah ke Munas Luar Biasa ‎seperti demikian harus memenuhi syarat sebagaimana yang digariskan aturan, yakni adanya dukungan sebanyak 2/3 dari pemegang suara Munas.

"‎Langkah-langkah itu kita sambut positif saja sebagai bahan diskusi, tetapi tidak boleh melanggar rambu-rambu organisasi dan aturan Perundang-undangan.‎ Saya ingin negara ini dibangun di atas demokrasi yang sehat, semua aturan yang ada tidak boleh ditabrak," tutur Ade.

Soal Tommy Soeharto sendiri, Ade berpendapat boleh saja 'putera mahkota Keluarga Cendana' itu ingin menjadi Ketum Golkar. "Adalah hak setiap keluarga Golkar untuk bisa mencalonkan apapun. Apakah mau jadi Ketum, mau jadi pengurus, adalah hak setiap keluarga Golkar, tidak bisa dibatasi apapun‎," imbuhnya.

Titiek Soeharto sebelumnya menyatakan kader-kader Golkar di daerah menginginkan Keluarga cendana mengambil alih kepemimpinan Golkar untuk menyelamatkan partai pohon beringin ini dari kemelut berlarut-larut.

"Daerah-daerah lama-lama bersuara, 'Jadi, keluarga Pak Harto saja deh yang ambil oper (Golkar).' Ada suara-suara seperti itu,"‎ kata Titiek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/4).‎
‎

(dnu/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini