"Ada 20-an rumah yang banjir. Sekitar 60 jiwa," ujar Yuyun (36), salah seorang warga βRT 55 RW 13, Tegalpanggung, Danurejan, Kota Yogyakarta, Kamis (23/4/2015).
Yuyun menjelaskan banjir kali ini menjadi yang terbesar setelah banjir lahar dingin pada 2010. Namun Octa yang akrab disapa mbak RW saat ini sedang berada di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang sama seorang warga lainnya Subandi (60) menceritakan air mulai masuk ke rumah pada pukul 20.30 WIB, Rabu (22/4). Sedangkan mulai surut pada sekitar pukul 12.00 WIB.
"Yang ngungsi anak-anak dan ibu-ibu. Ngungsi ke rumah saudaranya saja, ada yang ke Kotagede, macem-macem," ujar Subandi.
Sedangkan para Lelaki bergotong royong membersihkan rumah dan lingkungan dari sisa banjir.
"Kami begadang sampai jam 04.00 WIB," tuturnya.
Meski saat ini cuaca di lokasi cerah dan ketinggian air Kali Code kembali normal, Subandi mengatakan warga masih terus waswas.
"Cuacanya ekstrem, kalau atas (Kaliurang, Sleman) hujan kami jadi waswas," imbuhnya.
Sedangkan saat dihubungi detikcom, Octa mengaku terus memantau kondisi warganya via telepon. "Semalam sudah langsung kerja bakti bersihkan lumpur dan buka dapur umum," kata Octa.
(sip/rul)











































