Begitu Presiden Joko Widodo selesai pidato, maka berbagai tamu dari berbagai negara ikut keluar untuk menikmati waktu coffee break. Ada dua tenda di samping ruang Paripurna I yang disiapkan untuk menjamu para tamu.
Meski menjamu tamu dari berbagai negara yang sebagian dari Afrika, DPR tetap menyuguhkan makanan khas Indonesia. Makanan tersebut antara lain risol, bika ambon, roti kering, dan keripik manis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah coffee break, acara Konferensi Parlemen Asia Afrika berlanjut dengan sesi I. Hadir Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pembicara dengan tema Working Together for peace and prosperity: Parliamentary cooperation in promoting post 2015.
Makan siang disajikan untuk 300 orang. Untuk makan siang, disajikan es lobi-lobi. Apa pula itu es lobi-lobi? "Es dari buah lobi-lobi, buah yang mempunyai rasa asam," kata pihak pengelola katering , yakni supervisor operasional Grand Mahakam Hotel, Hairulloh.
Menu utamanya adalah sajian pindang serani. Aslinya, menu pindang serani adalah masakan khas Palembang, Sumatera Selatan. Namun kali ini pindang serani dimodifikasi, bukan dengan ikan melainkan dengan daging.
"Ada juga bakso bakwan. Makannya pakai nasi. Ada pula menu standar seperti ayam, daging, โhingga es cendol," kata Hairulloh.
(hat/gah)











































