'Pensiunan' pengusaha ekspor-impor, Thalib Abbas diculik oleh 8 orang pria di rumahnya di De Hill, Lenteng Agung, Jagakarsa, pada Selasa (14/4) malam lalu. Selama 6 hari disekap para pelaku, korban dirantai tangannya dan kedua ibu jarinya digembok.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono menjelaskan, motif penculikan korban dilatarbelakangi masalah utang-piutang anak korban, Kemal Rafli kepada tersangka MA alias A sebesar Rp 400 juta.
"Mereka niatnya mau menculik anak korban, tetapi pada saat datang orangnya tidak ada sehingga bapaknya yang dibawa oleh pelaku," โkata Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung saat jumpa pers di Posko Pengamanan KAA di JCC, Senayan, Jakpus, Senin (20/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selasa (14/4)
Pukul 20.00 WIB
Saat itu korban sedang berada di rumahnya, tiba-tiba didatangi oleh 7 orang laki-laki โtidak dikenal. Para pelaku mengetuk pintu, lalu dibukakan oleh korban.
Salah satu pelaku berbadan tegap dan bermuka garang kemudian menanyakan soal anak korban bernama Kemal Rafli. Dijawab korban tidak ada, namun para pelaku tidak mempercayainya dan mendesak korban untuk memberitahu keberadaan anaknya itu.
Para pelaku lalu masuk tanpa seizin korban dan menggeledah satu persatu kamar di rumah tersebut. Setelah tidak berhasil menemukan Kemal, mereka lalu memaksa korban untuk ikut ke mobil mereka.
Korban saat itu menolak, namun para pelaku tetap memaksa sehingga korban terpaksa digotong oleh 3 pria. Korban kemudian dimasukkan ke dalam mobil Toyota Avanza yang diparkir di halaman rumah korban.
Setelah berada di dalam mobil, korban kemudian diajak berkeliling dalam kondisi matanya tertutup. Selama di dalam mobil, para pelaku terus-menerus mengancam dan memaksa korban untuk menunjukkan keberadaan Kemal.
"Kalau Kemal tidak ketemu, saya ambil-ambilin keluargamu," begitu kata para pelaku.
Rabu (15/4) dini hari
Korban dan para pelaku tiba di Pantai Anyer, Banten. Saat itu, korban tidak tahu di mana keberadaannya sebab matanya masih ditutup kain. Korban hanya mendengar suara deru ombak.
Tidak berapa lama mobil berhenti, lalu korban dipapah masuk ke dalam suatu rumah. Selama di rumah, korban matanya dditutup dengan kain, tangan dirantai dan kedua jari jempol diborgol.
Selama disekap, korban dijaga oleh para pelaku secara bergantian. Korban tidak mengetahui bagaimana kondisinya saat itu mengingat matanya yang selalu ditutup. Selama disekap, para pelaku tidak henti-hentinya menanyakan soal Kemal.
Kamis (16/4)
Korban dibawa ke Cianjur, Jawa Barat. Di situ mereka tidak sampai seharian. Polisi menduga korban dibawa ke Cianjur hanya untuk mengalihkan perhatian.
Dari Cianjur korban dibawa ke Perumahan Monalisa, Cilodong, Depok. Di situ korban kembali disekap. Selama disekap, korban tangannya diikat rantai dan ibu jarinya diborgol.
(mei/mpr)











































