Ada 20 Pertemuan Bilateral yang Akan Dijalani Presiden Jokowi

Peringatan 60 Tahun KAA

Ada 20 Pertemuan Bilateral yang Akan Dijalani Presiden Jokowi

Ray Jordan - detikNews
Sabtu, 18 Apr 2015 15:34 WIB
Ada 20 Pertemuan Bilateral yang Akan Dijalani Presiden Jokowi
(Bilkis/detikcom)
Jakarta - Dalam acara Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar pada 19-24 April 2015, banyak negara yang ingin melakukan pertemuan bilateral dengan Indonesia. Total, ada sekitar 20 pertemuan yang harus dijalani Presiden Joko Widodo.

"Ada permintaan untuk pertemuan bilateral, 19-20 negara. Jadi sekarang kita sedang susun jadwal presiden untuk menerima pertemuan bilateral," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi saat meninjau kesiapan KAA di Gedung Jakarta Convention Center (KAA), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2015).

Beberapa negara yang meminta untuk pertemuan bilateral itu antara lain Tiongkok, Jepang, Afrika Selatan, Thailand, Singapura, Yordania dan Brunei Darussalam. "Untuk Afrika Selatan dibarengi dengan kunjungan kenegaraan mereka ke Indonesia. Jadi 21 April itu Presiden Jokowi akan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Zuma," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Retno mengatakan, pertemuan tersebut nantinya akan berlangsung di JCC, mengingat acara lebih banyak dipusatkan di lokasi ini. "Karena Pak Presiden kita adalah tuan rumah dan beliau juga akan menjadi ketua sidang. Jadi pertemuan bilateral akan dilakukan di sela-sela persidangan," ujar Retno.

Selain pertemuan bilateral antar kepala negara, Retno juga menjelaskan ada pertemuan yang dilakukan pada level antar Wakil Presiden/Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri.

"Karena ada delegasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden dan Wakil Perdana Menteri. Belum lagi pada tingkat menteri luar negeri. Saya juga banyak sekali diminta untuk melakukan pertemuan bilateral. Semua akan kita lakukan secara paralel karena secara waktu akan terbatas sekali, (dilihat dari) schedule presiden, wapres dan menteri luar negeri," kata Retno.

"Kita akan ada pembagian kerja. Kalau saya sudah mulai lebih dulu, sehingga pada saat presiden melakukan fungsinya sebagai tuan rumah konferensi saya akan melekat mendampingi presiden," pungkasnya.

(rjo/aws)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads