Protes Dua WNI Dieksekusi Mati, Kemlu Panggil Dubes Arab

Protes Dua WNI Dieksekusi Mati, Kemlu Panggil Dubes Arab

- detikNews
Kamis, 16 Apr 2015 21:31 WIB
Protes Dua WNI Dieksekusi Mati, Kemlu Panggil Dubes Arab
Foto Ilustrasi
Jakarta - Kementerian Luar Negeri menyatakan protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait eksekusi mati seorang WNI asal Brebes bernama Karni binti Medi Tarsim. Kemlu malam ini langsung memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim Al-Mubarak.

Juru Bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir atau Tata mengatakan pemanggilan Dubes Arab Saudi ini untuk meminta penjelasan resmi. Pasalnya, sebelum Karni, WNI lain yaitu Siti Zainab juga dieksekusi mati. Namun, dalam eksekusi kedua WNI ini tak memberikan notifikasi pemberitahuan terlebih dulu kepada Pemerintah Indonesia.

"Malam ini sedang berlangsung pemanggilan Duta Besar Arab Saudi di Indonesia untuk menanyai nota diplomatik protes Indonesia terhadap Arab Saudi soal notifikasi hukuman mati ini," ujar Tata di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jl.Pejambon no.6, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan eksekusi dua WNI ini membuat pemerintah Indonesia akan mempertimbangkan kerjasama bilateral dan moratorium TKI dengan pemerintah Arab Saudi.

"Hal ini akan berakibat pada pertimbangan kerjasama bilateral dan moratorium TKI yang sampai saat ini belum dicabut dengan Pemerintah Arab Saudi," sebutnya.

Sehari sebelum dieksekusi, pihak Konsulat Jenderal RI di Jeddah sempat menemui Karni. Namun, dari pertemuan itu belum didapatkan informasi terkait jadwal eksekusi. Bahkan otoritas penjara juga tak memberi penjelasan.

"Di Jeddah juga ke Madinah untuk bertemu dengan Karni, dimana pertemuan berlangsung 1,5 jam. Di penjara tersebut, Konsul Jenderal RI tidak mendapatkan informasi baik dari Karni dan otoritas penjara soal hukuman mati. Namun hukuman mati tersebut dilaksanakan di Yambu, hari ini pukul 10," jelasnya.

Kemlu saat ini telah mengirimkan perwakilannya ke Brebes untuk bertemu dengan keluarga almarhumah Karni. Secara resmi, Pemerintah Indonesia menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Karni.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam dan semoga almarhumah mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT," ujar Tata.

Adapun pemerintah Indonesia sebelumnya juga sudah mengirimkan surat permohonan pengampunan terhadap Raja Saudi untuk meminta bantuan mediasi antara WNI dengan keluarga korban. Upaya ini surat yang dikirim oleh Presiden Yudhoyono sebanyak 1 kali kepada Raja Saudi.

Kemudian, Presiden Jokowi juga sudah mengirim surat sebanyak 2 kali kepada Raja Saudi.




(hat/ahy)


Berita Terkait