Adalah elite PDIP Masinton Pasaribu yang menyebut ring 1 Istana-lah yang menjadi barrier komunikasi antara Ketum PDIP Megawati dengan Presiden Jokowi. Sebuah penghubung mestinya jadi pelancar komunikasi, namun yang terjadi ternyata sebaliknya.
Kekecewaan Presiden Joko Widodo pun telah memuncak. Kabarnya Jokowi telah menegur secara langsung tiga orang menteri dan sosok di ring 1 Istana yang dianggap tak mengantarkan pesan secara benar kepada Megawati sehingga yang terjadi adalah kesalahpahaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seskab Andi Widjajanto mengungkap komunikasi politik Presiden menjadi tugas Mensesneg Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan. "Tugas komunikasi politik itu, secara lingkungan Istana, itu ada di Pak Mensesneg yang punya eselon 1 namanya hubungan kelembagaan, dan ada di Pak Luhut yang punya eselon I namanya Deputi Komunikasi Politik. Kalau saya tidak punya perangkat untuk melakukan komunikasi politik itu," kata Andi, Rabu (15/4/2015).
Namun saat dikonfirmasi terpisah Luhut mengaku tak paham dengan pesan Jokowi yang tak mulus sampai ke Mega. "Saya enggak paham itu, saya pikir Presiden komunikasi baiklah," kata Luhut di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2015).
Isu pembawa pesan yang gagal dan mengecewakan Jokowi bertepatan dengan rencana reshuffle kabinet yang makin mengerucut. Bahkan PDIP telah membahas rencana reshuffle di Kongres IV yang digelar di Bali. PDIP pun akan mendorong sejumlah menteri yang bekerja tak baik untuk direshuffle. Lalu apakah pembawa pesan yang gagal juga akan kena gusur?
(van/nrl)











































