TPF Munir Temui Direksi Angkasa Pura II
Jumat, 11 Feb 2005 18:39 WIB
Jakarta - Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Munir menemui jajaran direksi PT Angkasa Pura II, pengelola bandara Soekarno-Hatta. Kepergian TPF ke Angkasa Pura untuk meminta hasil rekaman CCTV di bandara saat Munir akan berangkat ke Belanda. Sekretaris Direksi Angkasa Pura II Teguh Suwarso membenarkan rombongan TPF datang ke kantor Angkasa Pura II yang berada di lokasi bandara Soekarno-Hatta, Tangerang sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (12/2/2005). "Tadi rombongan diterima oleh Dirut Edy Haryoto bersama jajaran direksi lainnya. Pertemuan usai sekitar pukul 15.00 WIB," kata dia kepada detikcom. Namun, Teguh Suwarso tidak mau menjelaskan apa materi yang dibahas dalam pertemuan itu. Dia mengaku tidak berwenang untuk menjelaskannya. Saat ditanya bahwa TPF meminta rekaman CCTV di bandara dan pesawat, Teguh malah menjelaskan bahwa Angkasapura hanya memiliki rekaman pembicara antar tower dan komunikasi antara tower dengan pilot. Namun, Teguh tidak menjelaskan mengenai keberadaan CCTV di bandara. "Sesuai dengan wewenang Angkasa Pura, yaitu pengelolaan bandara dan keselamatan penerbangan. Sedangkan mengenai rekaman yang berisi komunikasi antara penumpang yang sifatnya pribadi, Angkasa Pura tidak memilikinya," kata dia. Sebelumnya, anggota TPF Usman Hamid meminta polisi segera menggelar rekonstruksi pembunuhan Munir, sang pejuang HAM itu. Terkait dengan permintaan itu, TPF akan meminta rekaman CCTV saat Munir berada di bandara sebelum terbang ke Belanda.
(asy/)











































