"Kemungkinan melibatkan satu oknum percetakan, sedang didalami. Percetakan. Karena itu tidak dilakukan percetakan swasta," kata Kabareskrim Komjen Budi Waseso di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (15/4/2015)
Waseso mengaku belum melihat bahwa pembocoran soal UN dilakukan secara terorganisir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak penyidik sendiri saat ini tengah mencari alat bukti dugaan pidana pembocoran booklet UN.
"Kita kan menelusuri, dimana ada kecurigaan ya kita geledah. Kita harus cepat-cepat mencari alat bukti," kata Waseso.
(ahy/fjr)











































