Benarkah Ada Fasilitas Khusus untuk Freddy Budiman? Ini Kata Dirjen PAS

Benarkah Ada Fasilitas Khusus untuk Freddy Budiman? Ini Kata Dirjen PAS

- detikNews
Rabu, 15 Apr 2015 09:34 WIB
Benarkah Ada Fasilitas Khusus untuk Freddy Budiman? Ini Kata Dirjen PAS
Jakarta - Bagaimana bisa seorang yang berada di dalam tahanan mampu mengendalikan bisnis narkoba dengan jaringan internasional? Mungkin Freddy Budiman adalah salah satu orang yang memiliki kemampuan tersebut.

Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Handoyo Sudrajat pun menanggapi hal tersebut. Menurut Handoyo, penjelasan mengenai fasilitas tersebut perlu lebih rinci.

"Mengenai fasilitas perlu lebih jelas," ucap Handoyo ketika dikonfirmasi, Selasa (14/4/2015) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Handoyo menegaskan bahwa Freddy telah ditempatkan di kamar khusus yang terpisah dari tahanan lainnya. Hal itu dilakukan lantaran status Freddy yang merupakan terpidana mati.

"FB ditempatkan di blok di kamar sendirian. Mengingat status pidana mati dan sebelumnya pernah masuk daftar eksekusi," jelas Handoyo.

Lalu bagaimana bisa Freddy masih beraksi untuk kesekian kalinya? Polisi menduga ada oknum sipir yang ikut melancarkan bisnis haram Freddy. Saat ini polisi pun tengah mengincar oknum tersebut.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Anjan Pramuka Putra mengungkapkan adanya fasilitas yang didapat Freddy meski berada di dalam sel. Namun Anjan enggan membeberkan fasilitas yang dimaksud.

"Kami dapat informasi memang ada fasilitas yang memang tidak layak untuk seorang terpidana," ujar Anjan dalam gelar perkara jaringan Freddy Budiman.

Jaringan Freddy ini terungkap dari pengintaian penyidik Ditipid Narkoba Bareskrim Polri sejak tanggal 7 April 2015. Alhasil 50 ribu pil ekstaksi dari Belanda, 800 gram shabu dari Pakistan dan 122 lembar narkotika jenis baru CC4 dari Belgia disita polisi dari kelompok Freddy.

11 Kaki tangan Freddy kemudian ditahan, yakni Yanto, Aries, Latif, Gimo, Asun, Henny, Riski, Hadi, Kimung, Andre dan Asiong. Seorang WN Belanda bernama Laosan alias Boncel menjadi DPO penyidik Polri. Namun ternyata 3 di antara kaki tangan Freddy adalah saudara kandungnya.


(dha/bar)


Berita Terkait