SBY Ingin PDIP Besar dan Kuat
Jumat, 11 Feb 2005 14:54 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantah akan mengobok-obok PDIP dalam kongresnya April mendatang di Bali. Presiden menginginkan PDIP besar dan kuat. Hal ini disampaikan Ketua DPP PDIP Kwik Kian Gie seusai bertemu Presiden SBY di kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/2/005). Kwik dipanggil bersama ekonom Sri Edi Swasono untuk membahas mengenai kemiskinan dan pengangguran. Namun, di sela-sela pertemuan tersebut, disinggung juga mengenai kongres PDIP. Menurut Kwik, dirinya menyinggung soal tuduhan-tuduhan bahwa presiden akan mengobok-obok PDIP. "Saya mengkonfirmasikannya langsung kepada SBY. Dan beliau kayakan, tuduhan itu sama sekali tidak benar," kata Kwik.Menurut Kwik, dirinya dan SBY sudah terlanjut menjalin komunikasi yang sangat baik. "Hubungan kami berkembang jadi persahabatan. Dan saya percaya dengan apa yang beliau katakan, tidak ada dusta. Tetapi, karna pemberitaan-pemberitaan di koran, saya mengkonfirmasikannya sekali lagi, meski saya dari awal memang sudah tidak percaya," ungkapnya. Yang benar, kata Kwik, Presiden SBY sangat berkepentingan agar PDIP menjadi besar dan kuat. "Beliau ingin PDIP besar dan kuat. Karena PDIP adalah rumah bagi sejumlah orsospol yang punya sejarah politik yang sangat lama dan khas, yaitu nasionalisme dan kehidupan bernegara berwawasan kebangsaan," kata dia. Sentilan tentang 'mengobok-obok' PDIP itu pernah disampaikan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Mega yang juga mantan presiden itu meminta agar pemerintah tidak mencampuri urusan internal PDIP. Karena saat ini, PDIP telah bersikap menjadi oposisi terhadap pemerintah.
(asy/)











































