Kisah Kebakaran Tragis dan Pesan Jokowi Soal Teralis Maut

Kisah Kebakaran Tragis dan Pesan Jokowi Soal Teralis Maut

- detikNews
Sabtu, 11 Apr 2015 09:18 WIB
Kisah Kebakaran Tragis dan Pesan Jokowi Soal Teralis Maut
Jakarta - Teralis besi kokoh menghiasi jendela-jendela rumah warga demi keamanan. Namun, saat si jago merah mengamuk sang penghuni rumah justru kesulitan meloloskan diri dari sandera teralis hingga meregang nyawa.

Pemasangan teralis besi ini pernah menjadi sorotan mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Pria yang kini menjadi Presiden RI itu dahulu menyarankan agar warga tidak memasang teralis besi di rumah.

"Teralis itu yang bahaya. Yang sering menyebabkan nggak bisa lari dari rumahnya yang ditutup total," begitulah kata Jokowi saat meninjau pedestrian di depan Gedung Menara Mulia, Jakarta Selatan, Sabtu (29/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Jokowi, selama ini teralis inilah yang menyulitkan proses penyelamatan korban kebakaran. Karena itu, ia menyarankan agar warga Jakarta tidak memasang teralis di jendela atau pintunya.

Fakta-fakta di lapangan membuktikan, para korban kebakaran kesulitan menyelamatkan diri dari kobaran api. Terbaru, satu keluarga di kawasan Grogol, Jakarta Barat, tewas terpanggang api akibat rumahnya tertutup rapat teralis besi. Kejadian serupa juga dialami satu keluarga di Jelambar dan Medan.


Berikut 3 kisah itu:

1. Kebakaran di Grogol

Kebakaran terjadi di Gang Semeru 6, RT 1/RW 10, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, tadi pagi. Akibat dari kebakaran tersebut 1 keluarga tewas.

Menurut Petugas Piket Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Bambang kebakaran terjadi Rabu (8/4/2015) sekitar pukul 05.20 WIB. Penyebab kebakaran masih belum diketahui namun api diduga berasa dari sebuah rumah milik Edi.

"Akibatnya satu keluarga di dalam satu rumah tewas. Korban meninggal baru dua orang yang diidentifikasi yaitu Tan Bin Tjin (55) dan Kendy (20). Sedangkan satu jasad lagi belum diketahui identitasnya," ujar Bambang kepada wartawan.

Bambang menuturkan, api sudah berhasil dipadamkan sebanyak 12 unit mobil Damkar sekitar pukul 06.15 WIB. Dan untuk ketiga jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Para korban sulit menyelamatkan diri diduga rumah mereka tertutup teralis.

"Jenazah sudah dibawa ke RSCM untuk diidentifikasi," tutup Bambang.

1. Kebakaran di Grogol

Kebakaran terjadi di Gang Semeru 6, RT 1/RW 10, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, tadi pagi. Akibat dari kebakaran tersebut 1 keluarga tewas.

Menurut Petugas Piket Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Bambang kebakaran terjadi Rabu (8/4/2015) sekitar pukul 05.20 WIB. Penyebab kebakaran masih belum diketahui namun api diduga berasa dari sebuah rumah milik Edi.

"Akibatnya satu keluarga di dalam satu rumah tewas. Korban meninggal baru dua orang yang diidentifikasi yaitu Tan Bin Tjin (55) dan Kendy (20). Sedangkan satu jasad lagi belum diketahui identitasnya," ujar Bambang kepada wartawan.

Bambang menuturkan, api sudah berhasil dipadamkan sebanyak 12 unit mobil Damkar sekitar pukul 06.15 WIB. Dan untuk ketiga jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Para korban sulit menyelamatkan diri diduga rumah mereka tertutup teralis.

"Jenazah sudah dibawa ke RSCM untuk diidentifikasi," tutup Bambang.

2. Kebakaran di Jelambar

Sugito, Ketua RT 4 Jalan Jelambar Utama 9 Jakarta Barat masih mengingat jelas kenangan akan tetangga sebelahnya yang dini hari tadi tewas terpanggang sekeluarga akibat terlambat menyelamatkan diri. Menurutnya, keluarga Acai Husein tersebut dikenal baik dan suka membantu.

"Mereka sudah tinggal di sini selama 10 tahun. Orangnya sopan santun, suka bergaul dan baik sama tetangga," ujarnya kepada detikcom di lokasi kejadian, Sabtu (28/9/2013).

Dari sepengetahuan Sugito, Acai Husein (53) yang merupakan kepala keluarga di rumah tersebut memiliki usaha bengkel di Jalan Jelambar Sakti. Sementara Istrinya yang bernama Yani (50) berjualan pulsa di rumah mereka sambil membuka usaha laundry.

"Kasihan saja, mereka terjebak dalam kebakaran itu dan nggak bisa menyelamatkan diri," tuturnya sedih.

Saat ini keempat korban telah dibawa ke rumah duka Jabar Agung, Jakarta Barat, untuk disemayamkan. Dari pantauan terakhir, rumah tingkat 2 itu tampak hangus terbakar menyisakan pagar besi dan terali jendela yang masih kokoh berdiri. Tak ada barang-barang yang dapat diselamatkan.

Sementara sebuah sepeda motor dan mobil sedan yang terparkir di dalam rumah juga sudah tak berbentuk. Masih belum diketahui penyebab kebakaran yang berlangsung cukup cepat tersebut.

2. Kebakaran di Jelambar

Sugito, Ketua RT 4 Jalan Jelambar Utama 9 Jakarta Barat masih mengingat jelas kenangan akan tetangga sebelahnya yang dini hari tadi tewas terpanggang sekeluarga akibat terlambat menyelamatkan diri. Menurutnya, keluarga Acai Husein tersebut dikenal baik dan suka membantu.

"Mereka sudah tinggal di sini selama 10 tahun. Orangnya sopan santun, suka bergaul dan baik sama tetangga," ujarnya kepada detikcom di lokasi kejadian, Sabtu (28/9/2013).

Dari sepengetahuan Sugito, Acai Husein (53) yang merupakan kepala keluarga di rumah tersebut memiliki usaha bengkel di Jalan Jelambar Sakti. Sementara Istrinya yang bernama Yani (50) berjualan pulsa di rumah mereka sambil membuka usaha laundry.

"Kasihan saja, mereka terjebak dalam kebakaran itu dan nggak bisa menyelamatkan diri," tuturnya sedih.

Saat ini keempat korban telah dibawa ke rumah duka Jabar Agung, Jakarta Barat, untuk disemayamkan. Dari pantauan terakhir, rumah tingkat 2 itu tampak hangus terbakar menyisakan pagar besi dan terali jendela yang masih kokoh berdiri. Tak ada barang-barang yang dapat diselamatkan.

Sementara sebuah sepeda motor dan mobil sedan yang terparkir di dalam rumah juga sudah tak berbentuk. Masih belum diketahui penyebab kebakaran yang berlangsung cukup cepat tersebut.

3. Kebakaran Ruko di Medan

Kebakaran rumah toko (ruko) di Medan yang menewaskan empat penghuninya, masih dalam penyelidikan polisi, Selasa (7/8/2012). Tim identifikasi dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan bersama Polsekta Medan Area masih melakukan pemeriksaan.

Kepala Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Medan Area, Komisaris Polisi (Kompol) Sony Siregar menyatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Ada beberapa dugaan, tetapi hasilnya baru akan diketahui setelah penyelidikan selesai.

"Bisa jadi dari arus listrik, atau bisa juga dari alat sembahyang, atau sumber lain. Ada beberapa kemungkinan, ini masih kita selidiki," kata Sony kepada wartawan di lokasi kejadian, Jl. Gandhi, Medan.

Disebutkan Sony, fokus penyelidikan di lokasi, terutama di lantai dua yang diperkirakan asal api. Sejumlah saksi mata menyatakan melihat api pertama kali menyala dari lantai tersebut.

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 04.15 WIB. Keempat korban tewas dalam kejadian ini masing-masing Suandi Akuang (64) dan istrinya Poliana (60), kemudian kedua anak mereka Joni (35) dan Johan (32).

Pemadam kebakaran yang menurunkan beberapa mobil pemadam baru berhasil memadamkan api sekitar pukul 05.30 WIB. Proses evakuasi sulit dilakukan karena ruko tersebut menggunakan terali besi berlapis-lapis.

3. Kebakaran Ruko di Medan

Kebakaran rumah toko (ruko) di Medan yang menewaskan empat penghuninya, masih dalam penyelidikan polisi, Selasa (7/8/2012). Tim identifikasi dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan bersama Polsekta Medan Area masih melakukan pemeriksaan.

Kepala Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Medan Area, Komisaris Polisi (Kompol) Sony Siregar menyatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Ada beberapa dugaan, tetapi hasilnya baru akan diketahui setelah penyelidikan selesai.

"Bisa jadi dari arus listrik, atau bisa juga dari alat sembahyang, atau sumber lain. Ada beberapa kemungkinan, ini masih kita selidiki," kata Sony kepada wartawan di lokasi kejadian, Jl. Gandhi, Medan.

Disebutkan Sony, fokus penyelidikan di lokasi, terutama di lantai dua yang diperkirakan asal api. Sejumlah saksi mata menyatakan melihat api pertama kali menyala dari lantai tersebut.

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 04.15 WIB. Keempat korban tewas dalam kejadian ini masing-masing Suandi Akuang (64) dan istrinya Poliana (60), kemudian kedua anak mereka Joni (35) dan Johan (32).

Pemadam kebakaran yang menurunkan beberapa mobil pemadam baru berhasil memadamkan api sekitar pukul 05.30 WIB. Proses evakuasi sulit dilakukan karena ruko tersebut menggunakan terali besi berlapis-lapis.
Halaman 2 dari 8
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads