"Kita sendiri minta kepada PLN untuk tidak melakukan pemadaman bergilir di tempat-tempat yang ada ujian CBT (Computer Based Test), kita sudah ada datanya lengkap," kata Anies saat menggelar jumpa pers di Gedung Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2015).
Kendati begitu, lanjut Anies memastikan jawaban siswa tidak akan hilang bila listrik padam atau komputer mengalami 'hang'. Sebab software yang ada telah telah diatur akan menyimpan jawaban secara otomatis jika listrik padam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies memastikan tidak ada masalah menonjol terkait pendistribusian naskah UN. Namun Anies mewanti-wanti kepada seluruh jajarannya hingga tingkat sekolah agar tidak terjadi kebocoran soal.
"Kita kirim pesan ke semua, hati-hati dengan kebocoran, karena kita akan melaporkan integritas sekolah itu. Kasihan sekali kalau anak-anak angka UN-nya tinggi tapi angka integritas sekolah rendah," paparnya.
UN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Anies bukan memberi target 100 lulus, melainkan 100 persen jujur. Pola ini dikembangkan untuk mengubah motivasi belajar siswa agar dapat meraih hasil maksimal.
"Yang ingin kita dorong, seorang anak mengikuti ujian bukan karena takut gagal tapi karena ingin meraih sesuatu. Itu yang ingin kita ubah," pungkasnya.
(idh/nwk)











































