585 Sekolah UN Komputer, Mendikbud Minta PLN Tak Lakukan Pemadaman Bergilir

585 Sekolah UN Komputer, Mendikbud Minta PLN Tak Lakukan Pemadaman Bergilir

- detikNews
Kamis, 09 Apr 2015 14:38 WIB
585 Sekolah UN Komputer, Mendikbud Minta PLN Tak Lakukan Pemadaman Bergilir
Mendikbud Anies Baswedan sedang video conference dengan Kadisdik se-Indonesia (Foto: Idham Khalid/detikcom)
Jakarta - Sedikitnya 585 dari total 70 ribu sekolah di Indonesia akan melaksanakan UN berbasis komputer tahun ini. Mendikbud Anies Baswedan berkoordinasi dengan PLN agar tidak ada pemadaman saat siswa sedang ujian.

"Kita sendiri minta kepada PLN ‎untuk tidak melakukan pemadaman bergilir di tempat-tempat yang ada ujian CBT (Computer Based Test), kita sudah ada datanya lengkap," kata Anies saat menggelar jumpa pers di Gedung Kemendikbud‎, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2015).

Kendati begitu, lanjut Anies memastikan jawaban siswa tidak akan hilang bila listrik padam atau komputer mengalami 'hang'. Sebab software yang ada telah telah diatur akan menyimpan jawaban secara otomatis jika listrik padam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekolah-sekolah juga punya cadangan power supply bila ada masalah listrik," tuturnya.

Anies memastikan tidak ada masalah menonjol terkait pendistribusian naskah UN. Namun Anies mewanti-wanti kepada seluruh jajarannya hingga tingkat sekolah agar tidak terjadi kebocoran soal.

"Kita kirim pesan ke semua, hati-hati dengan kebocoran, karena kita akan melaporkan integritas sekolah itu. Kasihan sekali kalau anak-anak angka UN-nya tinggi tapi angka integritas sekolah rendah," paparnya.

‎UN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Anies bukan memberi target 100 lulus, melainkan 100 persen jujur. Pola ini dikembangkan untuk mengubah motivasi belajar siswa agar dapat meraih hasil maksimal.

"Yang ingin kita dorong, seorang anak mengikuti ujian bukan karena takut gagal tapi karena ingin meraih sesuatu. Itu yan‎g ingin kita ubah," pungkasnya.

(idh/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads