"Tidak benar ada 19-21 anggota FPG yang sudah menarik dukungan atau tanda tangan hak angket Pelanggaran UU dan Intervensi Pemerintah terhadap partai politik sebagaimana disampaikan Priyo Budi Santoso," kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo melalui pesan singkat, Kamis (9/4/2015).
Bambang justru mengklaim kubu Ical makin kuat. Sejumlah anggota Fraksi Partai Golkar yang tadinya ada di kubu Agung kini menjadi loyalis Ical.
"Yang ada justru sebaliknya, akan ada sejumlah anggota FPG yang akan mengundurkan diri atau menarik diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar versi Agung Laksono karena mereka menyadari bahwa Munas Ancol itu abal-abal dan tidak bisa dipertanggungjawabkan," lanjut anggota Komisi III ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggota FPG yang sebelumnya diklaim kubu Agung Laksono, akan mengundurkan diri dan menyatakan tetap di kubu ARB sekitar 20-an anggota. Antara lain: Satya Yudha, Adies, Endang M, Anthon Sihombing dan lain-lain," ungkap Bambang.
Sebelumnya ada 55 anggota Fraksi Golkar yang teken angket tersebut. Fraksi yang didominasi loyalis Aburizal Bakrie (Ical) merasa Menkum HAM telah melakukan kesewenangan. Priyo kemudian menyebut ada 19-21 anggota yang menarik dukungan.
"Ada 19 sampai 21 anggota sudah menarik tanda tangan. Pokoknya angkanya fluktuatif lah, belum tentu detailnya," ujar Priyo di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (8/4/2015).
(imk/trq)










































