Temukan Kecurangan, PWI Papua Minta Porwanas Dibubarkan

Temukan Kecurangan, PWI Papua Minta Porwanas Dibubarkan

- detikNews
Kamis, 10 Feb 2005 09:03 WIB
Pekanbaru - Pelaksanaan Porwanas ke-8 di Pekanbaru dianggap sudah melenceng dari tujuan semula. Banyak atlet profesional yang dipaksakan menjadi wartawan untuk ikut dalam Porwanas. Protes keras itu disampaikan Ketua PWI Cabang Papua, Usman Fakaubun kepada detikcom, di sela-sela acara pembukaan Porwanas, di Stadion Rumbai, Pekanbaru, Kamis (10/2/2005).Nada protes keras terhadap gawean organisasi wartawan tertua di Indonesia ini ditujukan kepada panitia pelaksanaan Porwanas PWI Cabang Riau yang dinilai telah melenceng dari tujuan awal acara itu sendiri.Menurut Usman, dari fakta yang ada saat ini, justru tuan rumah terkesan ingin mencari prestasi, bukan lagi bersilaturahmi seperti tujuan awal. "Kesan ini timbul ketika saya mencurigai banyaknya wartawan muda dadakan dalam acara ini, dimana seorang atlet profesional kami duga mendadak menjadi anggota PWI cabang Riau. Kalau sudah begini, saya selaku Ketua PWI Papua meminta Porwanas dibubarkan saja," kata Usman yang juga anggota dewan redaksi Papua Post.Usman mengungkapkan, protes ini telah dia sampaikan kepada pihak panitia serta pengurus PWI Pusat di Hotel Furaya kemarin malam, saat membahas tim kontingen masing-masing daerah. "Saya sudah protes masalah ini pada panitia dan pengurus PWI Pusat, namun protes kita tidak ditanggapi karena suara kita dalam rapat itu minoritas," keluhnya.Usman menduga, atlet non wartawan juga datang dari provinsi lainnya. Misalnya saja ada peserta yang kartu anggotanya ditandatangani oleh ketua cabang, padahal dalam aturan Porwanas, peserta harus memegang kartu anggota PWI yang ditandatangani ketua umum."Kami tidak mau berlaku curang, karena Porwanas bukan tempat mencari prestasi. Jadi tolonglah semua pihak yang terlibat dalam Porwanas ini berlaku jujur, jangan ada wartawan "bodrex" atau wartawan sesaat," ujarnya.Usman mengatakan, pihaknya amat kecewa dengan pelaksanaan Porwanas yang seperti ini. "Kalau tujuannya hanya ingin mencari prestasi juara umum dengan melakukan pembohongan identitas, mending kita juga bawa atlet profesional saja dari Papua. Jujur saya katakan, kita kecewa dengan pelaksanaan ini. Lebih baik untuk tahun mendatang bila polanya seperti ini bubarkan saja," tandasnya. (ast/)


Berita Terkait