TNI Ambil Alih Pengamanan Atambua
Rabu, 09 Feb 2005 19:08 WIB
Kupang - Aparat TNI dari Kodim 1605 dan Satgas Pasukan Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste di bawah komando Kol Artileri Aris Setiabudi mengambil alih tugas pengamanan di Atambua, Kabupaten Belu, NTT setelah kerusuhan yang terjadi Rabu (9/2/2005) pagi tadi.Menurut Komandan Korem 161 Wirasakti Kupang, Kol Infanteri Moeswarno Moesanip, tugas pengamanan ini akan berlangsung selama 3 hari sampai situasi benar-benar kondusif. "Tugas utama yang dijalanakan TNI adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat dan mencegah adanya tindakan anarkis lanjutan," jelasnya ketika dihubungi detikcom, Rabu (9/2/2005).Moeswarno mengungkapkan, aparat kepolisian sementara diminta tidak berada di luar barak, untuk mencegah emosi warga. Pengambilalihan tugas pengamanan oleh TNI dilakukan berdasarkan permintaan tokoh agama dan masyarakat Atambua.Menurut Moeswarno, tidak ada indikasi penyusupan dalam aksi massa yang berbuntut pada pengrusakan 3 pos polisi tersebut. "Aksi itu murni spontanitas umat akibat kemarahan yang dipicu oleh tindakan seorang warga yang mengambil hostia (roti) namun tidak dimakan saat misa perjamuan kudus di Gereja Katedral Imaculata Atambua. Warga tersebut kini sudah ditangkap dan diamankan di Mapolda NTT," ujarnya.Sementara itu, Kapolres Belu Ajun Kombes Pol Ekotrio Budhiniar secara terpisah mengatakan, sejumlah anggota kepolisian yang bertugas mengamankan massa mengalami luka-luka. Kerusuhan ini juga mengakibatkan 3 pos polisi dan beberapa kendaraan rusak, namun tidak ada korban jiwa.
(ast/)











































