Cuaca Buruk Hadang Pencarian Mahasiswa Yogya yang Hilang di Gunung Sindoro

Cuaca Buruk Hadang Pencarian Mahasiswa Yogya yang Hilang di Gunung Sindoro

- detikNews
Selasa, 07 Apr 2015 18:33 WIB
Cuaca Buruk Hadang Pencarian Mahasiswa Yogya yang Hilang di Gunung Sindoro
(Foto: Bagus Kurniawan/detikcom)
Yogyakarta - Cuaca buruk sering terjadi di kawasan Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pencarian terhadap Zaenuri Ahmad (20), mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, terhambat.

"Cuaca di kawasan puncak Sindoro sejak kemarin buruk. Hujan dan berkabut sehingga pencarian terhambat," kata Pecinta Alam Grasindo, Basori, di pos Kledung, Temanggung, kepada detikcom, Selasa (7/4/2015).

Menurut dia, hingga hari kelima pencarian terhadap Zaenuri belum membuahkan hasil. Beberapa anggota tim SAR gabungan saat ini masih membuat kamp di pos 3.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim SAR berkumpul di pos 3, karena kondisi cuaca buruk hari ini. Hujan lebat dan kabut tebal siang tadi," katanya.

Dari data di posko Kledung, jumlah relawan yang terlibat dalam pencarian hingga hari kelima ini juga bertambah. Anggota Perhimpunan Pecinta Alam Yogyakarta, SAR DIY telah bergabung di tim SAR yang sudah melakukan pencarian lebih dulu. Saat ini diperkirakan ada 50-an relawan.

Fokus pencarian masih tetap seperti informasi terakhir, Zaenuri terpisah dengan rombongan di kawasan ladang Edelwis. Pencarian akan diperluas di beberapa titik. Tidak hanya di jalur pendakian Kledung saja, namun juga jalur pendakian Desa Mranggen Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, dan jalur pendakian Anggrunggondok Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Zaenuri berangkat bersama enam rekannya dari jalur pendakian Kledung, Kamis (2/4) pukul 05.30 WIB. Mereka bertujuh sempat beristirahat di sekitar Watu Tatah. Dari tempat itu, mereka kemudian terpecah. Dua orang rekan Zaenuri memutuskan beristirahat. Zaenuri bersama empat rekannya melanjutkan perjalanan menuju puncak. Namun kelimanya juga terpisahkan jarak yang jauh antara pendaki satu dengan lainnya.

(bgs/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini