LSM Juga Tuding PWI Rampok Uang Rakyat

LSM Juga Tuding PWI Rampok Uang Rakyat

- detikNews
Rabu, 09 Feb 2005 14:29 WIB
Pekanbaru - Pelaksanan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahrag Wartawan Nasional (Porwanas) tidak hanya mendapat kecaman dari Bandan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unviversitas Islam Riau, kelompok LSM dan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) juga melakukan aksi demo ke Gedung DPRD Riau tempat pelaksanaan HPN.Namun, LSM dan mahasiswa UIN ini, nasibnya tidak jauh berbeda dengan BEM UIR. Jika BEM UIR tertahan aparat di Gedung eks MTQ, kelompok LSM dan mahasiswa UIN yang berjumlah sekitar 30 orang ini justru tertahan ke dekat pintun pagar Gedung DPRD Riau.Mereka nyaris bentrok dengan pihak kepolisian. Namun, karena jumlah aparat yang mengamankan jalannya HPN itu jauh banyak, akhirnya kelompk LSM dan mahasiswa UIN dipaksa mundur menjauhi pekarangan Gedung DPRD Riau.Namun demikian, mereka masih sempat memberikan pernyataan sikap lewat selebaran yang diterima wartawan. Mereka yang mengatasnamakan organisasi non pemerintah (Ornop) itu, menuding penyelenggara HPN/Porwanas, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) secara tidak langsung telah merampok uang rakyat Riau.Dalam selebaran itu mereka memplesetkan arti Porwanas itu menjadi Pekan Olahraga Wartawan Penindas. "Dana Rp 6 miliar duit rakyat Riau yang masih menangis dengan kemiskinan dan berbagai penderitaan, dirampok paksa oleh para wartawan Riau (PWI) untuk berolahraga dan berpesta hura-hura dengan para wartawan dari seluruh Indonesia. Pers macam apa ini," tulis mereka. Mereka juga membandingkan, di zaman perjuangan, wartawan berjuang untuk menyatukan rakyat di negeri ini. Namun, di zaman kemerdekaan sekarang ini, wartawan berlomba untuk menambah penderitaan rakyat yang menangis karena kemelaratan dengan merampok hak rakyat Riau senilai Rp 6 miliar. "Karena itu kita menolak Porwanas," tegas mereka.Dalam orasinya mahasiswa UIN Pekanbaru sangat menyayangkan pelaksanaan Porwanas yang dilakukan pasca badai tsunami di Aceh dan Sumut. Mereka menilai dana Rp 6 miliar itu akan jauh bermanfaat jika diberikan kepada korban tsunami di Aceh dan Sumut, ketimbang pelaksaaan Porwanas yang tidak menguntungkan rakyat Riau sendiri."Di mana hati nurani wartawan PWI yang berpesta ditengah kesusahan korban-korban tsunami. Anehnya, kami membaca di sejumlah media massa, malah wartawan asal Aceh turut hadir dan berpesta dengan uang rakyat Riau. Apakah wartawan Aceh itu tidak sadar, kalau teman seprofesinya juga salah satu korban dari musibah tsunami. Patut kita pertanyakan hati nurani wartawan dalam masalah ini," ujar mereka.Mahasiswa ini juga menilai, pembinaan wartawan bukanlah untuk menjadi atlet. Wartawan tetap saja wartawan yang bekerja mencari berita, bukan pemain sepak bola, bukan pemain bulu tangkis dan bukan olahragawan. "Kalau tetap ingin melaksanakan olahraga, janganlah rakyat yang menanggung dana mereka," cetus mahasiswa dalam orasinya. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads