Kepala BKSDA Aceh, Genman Hasibuan, mengatakan, buaya tersebut ditangkap oleh tim BKSDA di rawa-rawa tak jauh dari lokasi hilangnya seorang warga Aceh Singkil. Usai ditangkap, petugas mengevakuasi buaya yang masuk perangkap ke daratan.
"Saat tiba di darat sudah banyak warga yang berkumpul. Mereka ingin melihat langsung buaya yang ditangkap anggota kita," kata Genman saat dihubungi detikcom, Senin (6/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga di sana melakukan pencarian ke lokasi tempat korban hilang dengan menyusuri sungai. Korban diseret buaya ke semak-semak di pinggir sungai. Beberapa hari setelah Yusril hilang, warga di sana menemukan bagian isi perut manusia.
Seminggu berselang, petugas BKSDA Aceh yang diturunkan ke sana berhasil menangkap seekor buaya tak jauh dari lokasi korban hilang. Buaya tersebut rencananya akan dibawa ke kantor polisi untuk diamankan sementara sebelum diboyong ke kantor BKSDA di Banda Aceh.
Menurut Genman, keluarga korban dan masyarakat Singkil meminta buaya yang baru saja dievakuasi ke darat agar dibawa ke rumah korban. Karena banyaknya massa yang berkerumun, petugas tidak dapat berbuat apa-apa.
"Masyarakat langsung mengambil buaya yang masih dalam perangkap kemudian membawa ke rumah korban. Petugas kita sudah meminta agar buaya ini diamankan di kantor polisi dulu," jelas Genman.
Tiba di rumah korban di Desa Siti Ambia, warga menyiram buaya yang masih dalam kerangkeng besi dengan menggunakan bensin. Masyarakat kemudian membakar reptil tersebut hingga mati.
"Setelah buaya mati, kemudian warga membelah perut buaya. Tapi tidak ditemukan bagian tubuh korban," ungkap Genman.
(try/try)











































