Warung tersebut berada kawasan jalan Selokan Mataram, dekat kawasan kampus di daerah Babarsari, Depok, Sleman. Satu lagi berada di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman.
Saat detikcom datang ke warung di Jl Selokan Mataram, Senin (30/3/2015), tidak banyak pengunjung yang datang. Ada yang datang berdua, adapula yang datang berombongan sekitar 10 orang. Ada yang duduk di kursi, ada yang memilih duduk secara lesehan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tempatnya lebih luas, seperti kafe dan bisa duduk lama. Kalau menu sama," kata Andrian (22).
Dia mengaku agak kaget saat pertama kali datang bersama teman-temannya ketika membaca daftar menu yang tertulis. Namun setelah melihat keterangannya di belakang nama daftar menu, dia langsung tertawa.
"Setelah itu ya biasa saja. Teman-teman saya juga punya pengalaman sama ketika datang pertama kali beberapa bulan lalu," ungkapnya.
Daftar menu sebesar separuh kertas HVS kuarto bolak-balik itu tertulis nama-nama makanan dan minuman. Judul di bagian atas tertulis "Kitab Panduan Penggila Kedai" dan tertulis juga "Gak Perlu Takut Dosa".
Di lembaran itu tertulis "Banyak istilah yang Kami gunakan bernuansa vulgar. Maknai itu hanya sebagai istilah. Bukan bermaksud kami mengajari cabul. Kami hanya ingin mengajak anda untuk melihat banyak hal dari banyak sisi. Karena kami sadar keberagaman adalah anugerah".
Ada juga tulisan Pelacur yang berarti Pemusnah Lapar Rasional dan Masturbasi (Mie Nasi Telur Bercampur dalam Satu Porsi). Ada nama artis Jepang, Miyabi (Mie Yang Tak Biasa). Ada juga nasi goreng Gigolo (Gerombolan nasi Goreng sesuka Lo), sosis, kemudian minuman seperti Milk Sex, Smoothy Orgasm, Warna-warni minuman Horny atau panas.
Karyawan kedai yang biasa disebut PSK (Punggawa Setia Kedai) mengaku tidak tahu-menahu soal pemilihan nama-nama menu. Sedangkan si pemilik kedai, Arismanto, hingga saat ini belum bisa dihubungi. Terdengar nada aktif, namun tidak diangkat.
(bgs/try)










































