"Tidak ada kaitannya dengan masalah keamanan dengan penundaan Munas, personel kita lengkap di lokasi. Belum pernah terjadi suatu hal yang berarti, belum ada lempar-lempar, pukul meja saja belum ada. Tanggung jawab saya urusan keamanan," ujar Ferry kepada detikcom, Minggu (29/3/2015).
Ferry menambahkan, sebelumnya pihak Polrestabes Makassar sudah membuat kesepakatan dengan DPN Peradi, bahwa bilamana terjadi persoalan di arena Munas diselesaikan sendiri oleh panitia Munas. Jika panitia merasa tidak mampu menyelesaikan, baru aparat kepolisian masuk mengamankan area Munas.
"Kalau ada tindakan pidana kita baru masuk, jangan sampai kita dikomplain jika masuk ke arena Munas. Selama Munas tidak terjadi kontak fisik, tidak ada balik-balik meja, kalau tengkar-tengkar itu biasa. Namanya Munas memang selalu dua kali," pungkas Ferry.
Sebelumnya diberitakan, Ketua DPN Otto Hasibuan dalam keterangan pers-nya di hotel Clarion, Jumat (27/3), menyebutkan penundaan Munas hingga 6 bulan ke depan terpaksa dilakukan dengan pertimbangan keamanan.
"Kami dapat laporan panitia lokal, bahwa mereka tidak mampu lagi menjamin keamanan Munas, kami juga mendapat surat dari 44 DPC Peradi yang meminta Munas ditunda, saya tidak mau ada korban bila Munas dilanjutkan," tutur Otto.
Peradi kini pecah menjadi 3 kubu. Selain Otto Hasibuan (incumbent), Peradi dipimpin caretaker Humphrey Djemat, Luhut Panggaribuan dan Hasanuddin Nasution. Juga ada kubu Juniver Girsang yang mengklaim terpilih secara aklamasi menjadi ketua Peradi setelah didukung 32 pengurus DPC di Ruang VIP Legend Hotel Clarion, tak jauh dari ruang Munas.
(mna/try)











































