"Sempat kita tanyakan dulu (berapa anggarannya), tapi tidak mendapat jawaban," kata anggota koalisi, Julius Ibrani, di Kantor YLBHI, Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2015).
"Menurut saya kinerjanya belum maksimal bukan karena anggaran ya. Pernah waktu itu Komjak mendapat anggaran untuk membeli Toyota Camry untuk 9 anggota komisionernya," lanjut Julius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin menkopolhukam dan presiden memanfaatkan moment pergantian ini untuk memperbaiki kinerja komisi kejaksaan. Harus belajar dari pemilihan jaksa agung," jelas Julius.
"Selama ini Komjak dibilang mayat juga bukan mayat, dibilang bukan mayat juga seperti mayat. Tapi kalau dilihat di websitenya tidak ada catatan laporan pengaduan sama sekali," tuturnya.
(rna/fdn)










































