"Siapa saja yang sadar, mari kita berdiri bergandengan tangan. Apa yang dilakukan pemerintah, biar dilakukan pemerintah. Cuma satu poin, selamatkan bangsa ini jangan sadar tapi sudah terlambat,"β kata Hendro.
Hendro menyatakan itu usai acara Konferensi Internasional tentang Terorisme dan ISIS yang diselenggarakan oleh Hendropriyono Strategic Consulting di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira itu (pidana) pekerjaan rumah pemerintah. Karena bagaimana pun hukum ditegakkan, baru mau ditegakkan, sudah banyak diskusi dan memakan waktu. Daripada berlama-lama, siapa saja yang sadar mari kita berdiri," ujar Hendro.
"Semua eksekutif pelaksana seperti BIN, Polri, TNI, Kejaksaan dan penegak hukum serta pimpinan kita silakan dengan semua rencana dan nilai sebagai bangsa. Jangan pelaksanaan praktik yang ngawur. Karenanya, kita satukan visi baru bagi-bagi misi," tambahnya.
Hendro juga menyatakan pembubaran organisasi yang diduga berafiliasi dengan ISIS atau kelompok teroris internasional tak bisa menjadi andalan. Ia hanya melihat pembubaran organisasi seperti itu hanya bisa dilakukan jika ada kesadaran dari dalam.
"Saya kira kalau organisasi dilarang kita sudah alami. Bukan dilarang tapi semuanya membubarkan diri, kita lebih mengharapkan begitu. Bukan karena larangan eksternal," ucap Hendro.
(vid/nwy)











































