"Yang menyatakan puas-sangat puas hanya 11,2 persen. 31,3 Persen menjawab biasa saja, dan 11,8 persen tidak tahu atau tidak jawab," kata Ketua Populi Center Nico Harjanto.
Nico menyampaikan ini saat menggelar rilis survei 'Anggaran Siluman di Mata Masyarakat Jakarta' di kantor Populi Center, Jalan Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (19/3/2015). Survei ini dilakukan di 6 wilayah DKI pada tanggal 11-15 Maret 2015 dengan melibatkan 1.000 responden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DPRD sebagai lembaga representasi politik, lanjut Nico, 51,8 persen warga Jakarta menganggap dewan Kebon Sirih tidak mewakili aspirasi masyarakat. Hanya 8,2 persen warga yang menilai keterwakilan mereka di DPRD sudah cukup baik.
"Ini menunjukkan DPRD DKI perlu lebih keras lagi bekerja untuk mewakili kepentingan masyarakat, bukan kepentingan diri, kelompok dan partainya," ujar Nico.
Sementara upaya DPRD DKI Jakarta dalam upaya memberantas korupsi, lanjut Nico, sekitar 52,7 persen warga Ibu Kota merasa tidak puas dan sangat tidak puasβ dengan upaya DPRD dalam memberantas korupsi.
"Ini menunjukkan bahwa kesungguhan DPRD DKI memperbaiki diri dari praktik-praktik korupsi anggaran belum tampak nyata komitmen dan hasilnya," pungkas Nico.
(idh/vid)










































