Deplu: Bantuan AS ke GAM Jangan Dilihat Dari Sisi Politik
Jumat, 04 Feb 2005 16:23 WIB
Jakarta -
Departemen Luar Negeri (Deplu) meminta tindakan tentara Amerika Serikat (AS) memberikan bantuan kepada Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tidak dilihat dari kaca mata politik. Tindakan itu harus dilihat dalam konteks kemanusiaan. "Itu bukan hal yang kontroversi bagi kami. Cobalah kita melihat permasalahan ini dari segi kemanusiaan karena orang Aceh di sana juga saudara kita. Jangan dilihat dari kaca mata politik," kata Juru Bicara Deplu Yuri Thamrin.Hal itu disampaikan Yuri Thamrin dalam media briefing di kantor Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Jumat (4/2/2005). Pernyataan itu untuk menanggapi adanya foto tentara AS yang memberikan bantuan kepada GAM. Yuri menegaskan, tentara AS pasti sudah mengkoordinasikan tindakan itu dengan pihak berwenang di Aceh dalam hal ini Satkorlak. Sebelumnya, Kamis (3/2/2005) kemarin, Panglima TNI menyatakan tentara AS telah salah koordinasi sehingga memberikan bantuan kemanusiaan kepada GAM. Menurut Panglima, tentara AS memberikan bantuan itu karena menduga GAM yang berseragam militer adalah TNI. Panglima menuturkan, berdasarkan ketentuan tempat-tempat yang boleh didrop bantuan hanya tempat yang dijaga prajurit TNI. "Rupanya waktu tentara AS itu mendrop bantuan ke titik yang dituju, di sana ada kelompok orang yang berseragam militer, tetapi diketahui bahwa orang-orang tersebut bersenjata AK47 (milik GAM)," jelas Tarto.Tarto menyatakan, tentara AS telah menyerahkan foto penerima bantuan yang ternyata GAM itu kepada TNI. Panglima berharap kejadian itu tak terulang.
(iy/)










































