Insiden robohnya atap hanggar menewaskan 5 pekerja dan melukai belasan lainnya, Senin (9/3) pagi.
"Kami masih melakukan penyelidikan, sampai saat ini belum ada yang bisa ditetapkan sebagai tersangka. Kami menggali informasi kemungkinan adanya kelalaian hingga menimbulkan korban jiwa," ujar Plt Kasat Reskrim Polres Maros AKP Lando KS pada wartawan di Mapolsek Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Selasa (10/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya memeriksa pekerja, penyidik kepolisian juga akan meminta keterangan dari saksi ahli konstruksi untuk menyelidiki dugaan kelalaian dalam proyek bernilai puluhan miliar dari dana APBN tahun 2014 tersebut.
Lima korban tewas adalah Iqbal Situmorang, Parulian Siagian. Sebanyak 14 pekerja lainnya terluka dan dirawat di RS TNI AU dr Dody Sarjito, Maros, RSU Daya, dan RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
(mna/try)











































