Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Aszhari Kurniawan menjelaskan, modus para tersangka adalah berkenalan dengan korban yang mengaku sebagai TKI yang baru pulang dari Malaysia.
"Korban kemudian diajak naik mobil yang diakui tersangka milik adik pelaku yang akan menjemput pelaku," kata Aszhari kepada detikcom, Selasa (3/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku kemudian pura-pura ke warung untuk membeli obat tolak angin yang sudah dicampur ramuan obat bius," lanjut dia.
Korban juga ditawari minuman tersebut, dengan alasan agar tidak masuk angin. Korban kemudian meminumnya dan 5 menit kemudian korban tidak sadarkan diri.
"Salah satu korban yang melapor ke kami ini, dia baru sadarkan diri pada esok harinya di RS Budi Asih Purwakarta, Jabar," katanya.
Rupanya, setelah korban tidak sadarkan diri, para pelaku membuang korban di pinggir jalan lalu merampas barang-barang bawaan korban.
"Setelah siuman di rumah sakit, korban menyadari kondisinya luka memar dan luka di pelipisnya, serta barang-barang dan oleh-oleh untuk anak-istrinya sudah lenyap," tuturnya.
Komplotan ini berjumlah 6 orang, namun baru 4 orang yang tertangkap. Tiga dari empat pelaku yang ditangkap ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat hendak dilakukan penangkapan.
(mei/fdn)











































