Dalam keterangan kepada wartawan, Jum'at (27/2/2015), Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Viktor Gatot HS menyatakan upaya penerobosan itu terjadi Minggu (22/2) siang.
"Orangnya sudah diamankan, sekarang di Polres Bogor Kota," kata Viktor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat diamankan, pria tersebut membawa bangkai tikus di saku celananya," jelas Viktor.
Pihaknya hanya bisa menjelaskan bahwa pria tersebut diduga stres. Pasalnya, Ariyanto tidak bisa menjelaskan siapa dirinya dan apa tujuannya ke Istana Bogor.
"Petugas sulit melakukan pemeriksaan karena orang itu diduga stres. Saat kita periksa, orang itu malah berdiri dan melakukan hormat," katanya.
Pria itu kemudian diserahkan ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Bogor, dan sempat dibawa ke RS Marzuki Mahdi untuk diperiksa kejiwaannya. Tapi, pada hari Senin polisi mendapat kabar kalau orang itu kabur dari Dinsos.
Namun kemudian, pada Kamis (26/2) siang, polisi mengamankan seorang pria yang dihakimi massa di Jalan Tentara Pelajar karena telah memukul seorang tukang tambal ban.
"Setelah kita periksa, ternyata pria yang dihakimi massa itu pria yang kabur dari Dinsos. Sekarang sudah Polres Bogor Kota," katanya.
(rul/try)











































