Hal itu Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokes) Polda Jateng, Kombes Rini Muliawati. Meski demikian, pihak medis tidak mengambil tindakan operasi karena rusuk belum sampai ke organ vital seperti jantung.
"Masih dirawat intensif, empat tulang rusuknya patah," kata Rini saat dihubungi melalui telepon, Minggu (22/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara umum kondisinya masih sehat," tandas Rini.
Diketahui, kecelakaan bus bernopol B 7222 KGA itu terjadi di tol Jatingaleh KM9.300 lingkar tol Jangli hari Jumat (20/2) lalu. Bus itu melaju kencang dan menabrak pembatas jalan kemudian terguling sampai menabrak dinding tebing. Dari 73 penumpang, sebanyak 18 orang tewas dan 50 penumpang lainnya luka-luka.
Seluruh jenazah korban tewas dan beberapa korban luka sudah dipulangkan. Saat ini ada 11 penumpang yang dirawat di Semarang yaitu 6 orang di RSUP dr Kariadi, 4 orang di RS Bhayangkara, dan 1 orang di RS Sultan Agung yang baru saja menjalani operasi karena pendarahan di dada.
(alg/fjp)











































