"Hal itu terasa lucu dan geli untuk kita semua yang ikut terlibat mengurus partai. Bukankah Zulkifli Hasan,menjadi tulangpunggung partai selama kepemimpinan Pak Hatta Rajasa? Mungkin karena mas Dradjad sebagai wakil ketua umum hampir 4 tahun merasa tidak nyaman di partai dan tidak aktif sehingga tidak mengetahui persis apa yang terjadi di partai," sindir Ketua DPP PAN Agung Mozin yang berada di barisan pendukung Zulkifli Hasan, dalam siaran pers Minggu (22/2/2015).
Agung menanggapi anรกlisis Dradjad Wibowo yang membandingkan perolehan suara PAN selama empat Pemilu. Dradjad menyebut Hatta sukses membawa PAN meraih suara tertinggi di Pemilu 2014 dan mencatat perolehan PAN terburuk pada saat Zulkifli jadi Sekjen PAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mozin lantas memamerkan loyalitas Zulkifli untuk PAN. Kemudian Zulkifli didukung Ketua MPP Amien Rais dan eks Ketum Sutrisno Bachir di Kongres yang bakal dihelat di Bali pada 28 Februari mendatang.
"Jadi kalau membandingkan sukses PAN pada pemilu lalu artinya mas Dradjad mengakui ada kerja dan pengorbanan Zulkifli Hasan," katanya.
Serangan ke Hatta Rajasa pun terus digulirkan. Janji-janji Hatta ditagih oleh elite PAN yang merapat ke kubu Zulkifli Hasan ini.
"Janji-janji ketua umum kepada kader jarang dipenuhi atau ditunaikan, apakah ada kader lain yang mau dan mampu melakukan itu? Pasti jawabannya tidak ada. Kecuali Zulkifli Hasan," klaimnya.
(van/fjp)











































