Dulmatin & Umar Patek Dipastikan Tidak Tewas di Filipina

Dulmatin & Umar Patek Dipastikan Tidak Tewas di Filipina

- detikNews
Rabu, 02 Feb 2005 13:17 WIB
Jakarta - Kabar tewasnya Dulmatin dan Umar Patek dalam serangan udara di Filipina Selatan pada 27 Januari dipastikan tidak benar. Sebab dalam peristiwa itu hanya ada satu korban luka dan tidak ada korban jiwa.Menurut Sekretaris National Centra Beaurou Brigjen Pol Sisno Hadiwinoto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Rabu (2/2/2005), informasi ini diperoleh Liason Officer Polri di Filipina pada 31 Januari lalu.LO Polri mendapatkan informasi ini dari International Monitoring Team perihal peristiwa serangan udara di kawasan Butilan Marsh, Datutiang Manguindano, Filipina Selatan, sekitar 400 kilometer dari Davao City, daerah yang dikuasi oleh MILF."Ternyata dari serangan udara terhadap kantong-kantong Abu Sayaf di kawasan tersebut tidak ada korban jiwa dari ASJ atau JI. Serangan hanya menciderai satu penduduk dan mengakibatkan tiga perahu rusak dan satu jala ikan milik nelayan. Serangan juga mengakibatkan sekitar 200 sampai 300 penduduk mengungsi dari lokasi itu," jelas Sisno.Jadi, tegas Sisno, berita meninggalnya Dulmatin dan Umar Patek tidak betul. "Karena di sana tidak ada korban WNI yang luka atau meninggal," katanya sambil membacakan laporan International Monitoring Team yang ditandatangani Atase Pertahanan Brunei di Manila Letkol H. Muhammad Taha bin H. Muhammad Yusuf.Selanjutnya Sisno menegaskan, "Saya tidak bisa mengatakan Dulmatin dan Umar Patek sudah tewas. Karena faktanya hanya satu penduduk yang luka. Yang jelas Dulmatin dan Umar Patek masih menjadi target polisi." (gtp/)


Berita Terkait