Keracunan Makanan, Karyawan SCTV Meninggal
Rabu, 02 Feb 2005 09:42 WIB
Jakarta - Kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan karyawan SCTV Senin lalu membawa korban. Seorang karyawannya, Endang Kusnadi, menghembuskan nafas terakhir, diduga karena keracunan nasi kotak syukuran launching logo baru televisi tersebut.Endang meninggal dunia pada Selasa kemarin. Menurut rencana, karyawan Bagian Umum yang sudah bekerja 10 tahun di SCTV itu akan dimakamkan pada Rabu (2/2/2005) pukul 10.00 WIB. Jenazah dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jaksel. Saat ini almarhum disemayamkan di rumah duka, Jl Slamet Riyadi IV RT 11/04, Kebon Manggis, Manggarai, Jaksel.Menurut Humas SCTV, Uki Hastama, Endang meninggal dunia diduga karena keracunan. "Untuk memastikannya butuh waktu 1 minggu lagi. Saat ini menunggu hasil lab," kata Uki pada detikcom per telepon pukul 09.20 WIB.Kasus keracunan makanan itu juga telah dilaporkan SCTV ke Polrestro Jaksel dengan terlapor perusahaan katering penyuplai nasi kotak. Pelaporan dilakukan oleh Sampe Gultom dan Eddy Tapian. Dalam surat laporan bernomor 158/KII/2005/Res-JS, SCTV melaporkan Pully Kosim Katering.Uki menyatakan, pada Selasa kemarin, sejumlah petinggi dan karyawan SCTV telah melayat di rumah duka. "Kami serahkan kasus ini kepada pihak polisi," kata Uki.Seperti diberitakan, insiden keracunan itu bermula ketika para karyawan mengadakan syukuran pada hari pertama bekerja 31 Januari 2005, setelah launching logo baru pada 29 Januari 2005.Seluruh karyawan merayakannya dengan mengenakan kaos logo baru dan makan siang bersama berupa nasi kotak berisi nasi kuning, lengkap dengan ayam goreng, sambal goreng hati, sayur, dan buah jeruk.Namun acara syukuran itu jadi berantakan. Setelah makan siang, puluhan karyawan merasa pusing, mual, dan akhirnya muntah-muntah bahkan pingsan. Mereka pun dilarikan ke RS Jakarta. Suasana gembira pun seketika berubah menjadi kepanikan. Sebagian makanan yang diduga mengandung racun pun dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.Sumber keracunan diduga dari lauk sambal goreng hati. Pengakuan sejumlah karyawan menyatakan, sambal goreng hati itu sudah basi.
(nrl/)











































