KSAD: Tak Perlu Gencatan Senjata dengan GAM
Selasa, 01 Feb 2005 13:58 WIB
Jakarta - KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menegaskan, penyelesaian konflik antara RI dengan GAM sebenarnya tidak perlu dilakukan dengan perundingan atau gencatan senjata. KSAD, kepada wartawan di Mabes TNI AD, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, (1/2/2005), menegaskan satu-satunya cara agar konflik RI-GAM berakhir adalah GAM menyerah kepada TNI. "Kita membela negara harus menggunakan senjata, tidak perlu genjatan senjata. Masa lawan 2.000 GAM yang tersisa saja kita harus genjatan senjata," tegasnya.Karena itu, lanjutnya, dia tidak mau tahu dengan perundingan antara pemerintah dengan pimpinan GAM di Helsinki, Finlandia, beberapa waktu lalu. Perundingan yang idenya diusung pemerintah ini tidak menghasilkan kesepakatan apa-apa."Saya tidak mau tahu soal perundingan, saya tidak ikut berunding karena bukan tugas saya. Saya tentara profesional, kalau ikut politik tidak profesional namanya. Yang jelas, GAM menyerah, selesai sudah," tegasnya.Ryamizard juga mengatakan, tindakan defensif kepada GAM tidak mengenal batas waktu. "Kalau mereka tidak dekat-dekat kita biarkan saja, tapi kalau mereka mengganggu kita apa boleh buat kita harus defensif," katanya.
(umi/)











































