"Tolong diberi tahu kepada teman-teman kementerian dan lembaga yang lain, supaya ada cara pandang baru terhadap penggunaan anggaran kementerian dan lembaga," kata anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem Akbar Faizal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selasa (10/2/2015).
Akbar menilai kinerja KPK sudah terukur dan transparan. Alangkah baiknya lembaga-lembaga lainnya mencontoh KPK. "Saya ingin bapak-bapak memakai program KPK, kinerjanya terukur, bisa dilihat, meskipun sering kebablasan," kata Akbar santai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya respect KPK tidak mengajukan perubahan APBN-P, sama dengan kementerian Rini Soemarno. Dan KPK menggunakan anggaran yang sudah dua tahun, tapi saya mau bertanya bagaimana KPK bisa menggunakan Rp 800 sekian miliar untuk melaksanakan program-programnya?" kata Akbar.
Anggota Komisi III dari PPP Hasrul Azwar juga mengapresiasi KPK yang tak meminta tambahan anggaran. Namun Hasrul bertanya soal wacana pendirian kantor KPK di daerah-daerah yang tentu butuh anggaran.
"Saya apresiasi, terutama KPK yang tidak meminta tambahan anggaran. Tapi katanya ada permintaan KPK membikin kantor perwakilan di daerah. Kenapa tidak meminta anggaran untuk itu. Ataukah memang sudah ada anggarannya?" tanya Hasrul. KPK masih menunggu giliran untuk menjawab pertanyaan ini.
(dnu/trq)










































