"Orang asing harusnya belajar Islam di Indonesia. Mesir punya Universita Cairo yang luar biasa. Di Indonesia harus punya tempat untuk mendidik ilmuwan," ujar Komaruddin.
Hal ini disampaikan Komaruddin dalam salah satu sesi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Selasa (10/2/2015). Sesi pleno ini bertema 'Penguatan Peran Sosial Budaya Umat Islam'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga umat Islam tidak hanya dikapitalisasi politik setiap pemilu, dan dikapitalisasi jadi sinetron," imbuh mantan Rektor UIN Jakarta.
Menanggapi realita adanya kelompok Islam liberal, Komarudin mengaku tak khawatir. Menurutnya, kelompok liberal di Indonesia masih kecil.
"Itu sekelompok kecil. Polisi koruptor, bukan berarti seluruh kepolisian koruptor," kata Komaruddin.
Kongres ini sudah berlangsung sejak kemarin, Senin (9/2), dibuka oleh Wapres RI Jusuf Kalla. Hari ini rapat komisi akan dilakukan untuk merumuskan rekomendasi. Terdapat 3 komisi yakni Komisi penguatan Peran Politik Umat Islam, Komisi Penguatan Peran Ekonomi Umat Islam, dan Komisi Penguatan Peran sosial Budaya Umat Islam.
Rencananya, penutupan acara ini akan dilaksanakan besok, Rabu (11/2). Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menutup kongres 5 tahunan ini.
(sip/try)











































