Longsor Setahun Lalu, 254 Warga Pakenjeng Garut Masih Terlantar

Longsor Setahun Lalu, 254 Warga Pakenjeng Garut Masih Terlantar

- detikNews
Senin, 31 Jan 2005 19:32 WIB
Bandung - Bencana tanah amblas setahun yang lalu di Desa Pakenjeng Garut Selatan belum ditangani secara serius hingga saat ini. Sekitar 254 warga yang berada di tenda-tenda masih terlantar.Mereka hanya mendapatkan jatah beras 3 kg selama 3 bulan. Kondisi kesehatan warga di tempat pengungsian pun menurun. Bahkan sampai saat ini sudah 4 orang meninggal dunia pascabencana tanah amblas."Pemprov Jabar jangan lupa sama warganya. Mereka hidup dalam ketidakpastian. Masalahnya bisa panjang," ujar Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar Abdul Muis.Hal itu disampaikan dia di Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro Bandung, Senin (31/1/2005). Dia bersama 7 anggota dewan lainnya mengunjungi tempat pengungsian warga Pakenjeng Garut Selatan seminggu yang lalu.Dituturkan Muis, kondisi Desa Pakenjeng Garut Selatan sangat parah. Di tempat relokasi, warga kesulitan mencari air bersih. Ratusan rumah retak besar. Tanah amblas hingga kedalaman 1 meter. Kalau hujan turun, tanah akhirnya menjadi lumpur.Warga sudah direlokasikan di 3 perkampungan, yakni kampung Cikajar, Tespong, dan Desa Tegalkaje. Pemerintahan Garut baru menyediakan penampungan rumah di Kampung Cimareme sebanyak 57 rumah. Di Kampung Joha 55 rumah. Sedangkan puluhan lainnya warga banyak melakukan pengungsian sendiri.Saat ini baru dibangun 5 tenda besar. Namun tak mencukupi untuk menampung warga korban tanah amblas. "Tenda-tenda diisi sebanyak 60 kepala keluarga. Kondisi relokasi sekarang tidak aman. Karena desa tersebut berbukit-bukit dan bisa rawan longsor," urai Muis.Pascabencana, Pemerintahan Garut baru mencairkan dana sebesar Rp 500 ribu per keluarga. Sedangkan bantuan dari Pemprov Jabar belum diberikan. Data anggaran APBD Jabar untuk bencana pada tahun ini mengalokasikan dana sebesar Rp 40 miliar. (sss/)


Berita Terkait