KNKT: Jangan Dengar Rumor Macam-macam tentang AirAsia

Tragedi AirAsia

KNKT: Jangan Dengar Rumor Macam-macam tentang AirAsia

- detikNews
Selasa, 03 Feb 2015 19:52 WIB
KNKT: Jangan Dengar Rumor Macam-macam tentang AirAsia
Ilustrasi (Foto: Tya Eka Yulianti/dok detikcom)
Jakarta - Media asing memberitakan informasi dari narasumber anonim tentang kecelakaan AirAsia QZ8501, yakni kapten pilot sempat meninggalkan kursinya dan mematikan listrik pada sistem komputer yang penting. "Jangan dengar rumor ini," demikian kata anggota investigator AirAsia dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ertata Lananggalih.

Menurutnya, rumor itu bisa merusak hasil investigasi KNKT. "Tidak baik rumor seperti ini, kecuali statement ini langsung dari KNKT. Jadi rumor itu, kemarin medianya sudah dipanggil sama kita, ternyata media itu menulis begitu ternyata pesanan dari luar. Berarti ini merusak hasil investigasi KNKT," jelas Ertata dalam dialog publik mengenai transportasi udara di Newseum Cafe, Jl Veteran I no 33, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2015).

Kalau hasil investigasi KNKT tidak bisa dipercaya, imbuhnya, maka dunia penerbangan Indonesia akan tercoreng. Hari ini Ertata menegaskan bahwa informasi yang benar adalah apa yang disampaikan dalam jumpa pers Preliminary Report pada Kamis (29/1/2015) lalu bahwa selama penerbangan yang menerbangkan adalah kopilot, bukan kapten pilot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ertata ditanya pula apakah rumor investigasi kecelakaan AirAsia yang tersebar itu memiliki motif bisnis, Ertata menjawab, "Ada, tapi kita tidak tahu menahu urusan seperti itu. KNKT tidak ikutan urusan seperti itu. Kita mengerti tapi tidak mau mengomentari begituan".

Rumor yang dimaksud Ertata adalah informasi yang disiarkan Reuters bahwa Kapten pilot AirAsia QZ8501 sempat meninggalkan kursinya dan melakukan prosedur yang tidak lazim saat kopilot kehilangan kendali pesawat. Saat kapten pilot sudah kembali ke kursinya, sudah terlambat untuk menyelamatkan pesawat.

Informasi tersebut keluar dari dua narasumber anonim yang mengetahui investigasi AirAsia kepada Reuters yang dilansir Sabtu (31/1/2015). Reuters juga melaporkan bahwa masalah perawatan pada Flight Augmentation Computer (FAC) dan cara pilot mencapainya menjadi inti dari investigasi.

Reuters juga mengutip Bloomberg yang menyebutkan pilot mereset FAC, kemudian menarik saklar pemutus tenaga listrik pada FAC. Reuters mendapatkan informasi bahwa yang menarik saklar pemutus tenaga listrik itu adalah kapten pilot Iriyanto dan bukan kopilot Remy Plesel yang sedang menerbangkan pesawat.

Kepada Reuters, Ertata sudah membantah bahwa tidak benar informasi itu. "Sampai hari ini, tak ada indikasi ditemukan bahwa kapten meninggalkan kursinya," demikian kata Ertata yang disiarkan Reuters, Senin (2/2/2015).

Begitu pun informasi bahwa kapten pilot mematikan saklar listrik pada sistem komputer FAC. "Sampai hari ini, tidak ada indikasi atau bukti bahwa saklar ditarik," jelas Ertata.

Namun, dokumen yang disiapkan tim investigasi dan dilihat Reuters mengindikasikan bahwa sistem FAC dan saklar listrik kokpit adalah di antara poin investigasi yang perlu didalami. Dokumen investigasi itu memuat lebih dari 30 poin untuk didiskusikan bersama dengan poin umum lain seperti "wreckage recovery" (pengangkatan serpihan pesawat), "maintenance review" (evaluasi perawatan), termasuk tentang "FAC engagement and failure understanding" dan berhubungan dengan menarik "CB" singkatan dari Circuit Breaker.

"Ini adalah cuma daftar (yang perlu didalami). Itu cuma mempermudah investigasi. Mungkin ada sekitar 40 atau 35 hal yang harus didiskusikan," demikian kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi saat dikonfirmasi tentang daftar masalah itu.

"Bukan cuma circuit breaker. Ini adalah rencana pertama, bisa berubah lagi karena perkembangan. Ini disiapkan pada pekan pertama investigasi," imbuh Tatang seperti dilansir Reuters.


(nwk/try)


Berita Terkait